WARTASULSELNEWS.COM- Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) dibawah naungan Kementerian Agama menggelar kemah moderasi yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Namun ada yang istimewa dari Peringatan tersebut. Selain dihadiri Kakanwil Kemenag Sulsel, H Ali Yafid juga hadir para tokoh non muslim lintas iman, di antaranya tokoh agama Kristen dan Katolik.
Suasana peringatan itu sendiri berlangsung khidmat dan sarat pesan persatuan. Ratusan ibu-ibu majelis ta’lim, masyarakat, hingga tokoh lintas agama hadir.
Kehadiran tokoh non muslim pada agenda Maulid Nabi Saw menjadi simbol kuatnya semangat kebersamaan di Kabupaten Soppeng.
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Andi Makkasau Jolle, Desa Umpungen, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Rabu hingga Kamis, 24-25 September 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan praktik nilai-nilai moderasi beragama di kalangan penyuluh agama, dengan tujuan menciptakan masyarakat yang harmonis dan toleran, sejalan dengan semangat kebhinekaan dan persatuan bangsa.
Acara juga dimeriahkan dengan depile peserta kemah moderasi. Para peserta masing-masing membawa spanduk lengkap dengan nama majelis ta’lim dan motto yang sarat dengan moderasi beragama.
Mengawali kegiatan, Kepala Desa Umpungen, Salahuddin, selaku tuan rumah menyampaikan sekapur sirih. Ia berharap kegiatan ini bisa kembali terlaksana di desanya.
“Selaku pemerintah desa sangat mengapresiasi kegiatan kita pada malam ini dan berharap kedepannya kegiatan serupa bisa lagi di laksanakan di Desa Umpungen, ” ujar Kades Umpungen.
Sementara Kakan Kemenag Soppeng, H Afdal mewacanakan agenda hari Santri Nasional kembali di gelar di Desa Umpungen.
“Kalau tidak salah tahun 2023 yang lalu pernah kita adakan hari Santri di sini. Insya Allah tahun ini kita agendakan kembali,” ujar Afdal.
Selain itu, ia mengapresiasi kegiatan tersebut yang menurutnya sangat spektakuler dan perdana di Sulawesi Selatan.
“Kegiatan kita pada malam ini sangat spektakuler dan luar biasa. Barusan terjadi Maulid Nabi saudara -saudara kita dari non muslim hadir. Itulah bukti visualnya moderasi beragama,” kata Afdal.
Kehadiran tokoh non muslim pada malam tersebut menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan pemeluk agama di Bumi Latemmamala terus terjaga. Semoga semangat ini menjadi pengikat bagi kita semua.
























