HAB KEMENAG-IGRA
previous arrow
next arrow
News

MGMP MAN Tana Toraja, Kepala MAN 1 Soppeng Jadi Narasumber 

510
×

MGMP MAN Tana Toraja, Kepala MAN 1 Soppeng Jadi Narasumber 

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MAN Tana Toraja menggelar kegiatan bertema “Fondasi ASN BerAKHLAK Menuju Layanan Publik Unggul, Pendidikan Ramah Anak, Kurikulum Berbasis Cinta, dan Pembelajaran Mendalam” di Aula Masjid Raya Makale. Sabtu (20/9/2025).

Salah satu sesi utama adalah penguatan Implementasi Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) yang difasilitasi oleh Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., Kepala MAN 1 Soppeng, sekaligus fasilitator nasional Sekolah Ramah Anak.

ADV
ADV

Nampak para guru MAN Tana Toraja sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Diskusi, tanya jawab, berlangsung interaktif. Kehadiran Musmuliadi menambah bobot acara, mengingat kiprahnya yang telah mengantarkan MAN 1 Soppeng meraih predikat Sekolah Ramah Anak Terbaik Nasional tahun 2018 serta ditetapkannya MAN 1 Soppeng sebagai SRA Terstandarisasi dan Rujukan Nasional tahun 2022.

Dalam paparannya, Musmuliadi menekankan bahwa SRA adalah kerangka budaya dan tata kelola pembelajaran yang menjamin keamanan fisik, psikologis, sosial, dan digital bagi peserta didik.

Ia menyebut ada enam komponen utama SRA yang harus diwujudkan: (1) kebijakan sekolah yang jelas mendukung hak anak; (2) pendidik dan tenaga kependidikan yang dibekali pelatihan khusus; (3) proses pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan adaptif; (4) sarana dan prasarana sekolah yang aman dan nyaman; (5) partisipasi aktif siswa dalam keputusan dan aktivitas sekolah; serta (6) dukungan orang tua dan komunitas yang terlibat secara nyata.

“SRA bukan slogan, tetapi standar profesional,” tegas Musmuliadi.

“Bahasa yang memuliakan, disiplin restoratif, partisipasi siswa–orang tua, dan dokumentasi kasus yang akuntabel adalah wujud nyata implementasi. Kuncinya ada pada langkah kecil yang konsisten di kelas, karena dari sana dampak besar bisa dirasakan, ” ujar Alumni Ponpes As’adiyah ini.

MGMP atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran adalah forum profesional guru berdasarkan mata pelajaran tertentu yang berfungsi sebagai wadah kolaborasi, berbagi praktik baik, serta peningkatan kompetensi dan mutu pembelajaran.

Melalui MGMP, guru dapat menyusun perangkat ajar bersama, mengembangkan strategi inovatif, dan memperkuat jejaring profesional untuk mendukung kualitas pendidikan yang lebih merata.

“MGMP adalah mesin perubahan di kelas,” pungkas Musmuliadi.

Dikatakan dengan kolaborasi dan disiplin dokumentasi, langkah kecil yang dilakukan guru akan memberi dampak besar bagi keselamatan, motivasi, dan prestasi belajar.

“SRA adalah bukti bahwa pendidikan tidak hanya soal ilmu, tetapi juga tentang kasih sayang, kepedulian, dan penghargaan terhadap anak.” demikian paparan Musmuliadi yang juga Dosen STAI AL-Gazali Soppeng.







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!