News

KKMTs Gelar Musyawarah, Bahas Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

2032
×

KKMTs Gelar Musyawarah, Bahas Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) menggelar musyawarah di MTs As’adiyah Tetewatu, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng. Rabu (30/7/2025).

Agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah Sosialisasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Permendikdasmen Nomor 9 sampai 13 Tahun 2025.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kakan Kemenag Soppeng, H Afdal, Plt Kasi Penmad Kemenag Soppeng, Dr Muhammad Yunus, pengawas pokjawas, pengawas pendamping, serta kepala Madrasah se- Kabupaten Soppeng.

Dalam pemaparannya, Kakan Kemenag Soppeng menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai kasih sayang, empati, dan cinta dalam proses belajar – mengajar.

Ia berharap, melalui sosialisasi ini, seluruh kepala madrasah dapat memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah masing – masing.

Ia menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta serta pentingnya kegiatan semacam ini untuk penguatan kapasitas kepala dan guru madrasah.

“Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam menyamakan persepsi dan pemahaman kepala madrasah dan guru di madrasah terhadap arah baru kurikulum kita. Kami berharap semangat cinta yang menjadi dasar dalam kurikulum ini bisa tercermin dalam setiap proses pembelajaran di madrasah,” ujarnya H. Afdal.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah peningkatan kompetensi guru, tetapi juga sebagai forum silaturahmi.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs), Kaharuddin, mengatakan musyawarah kita hari ini mengangkat tema yang sangat strategis dan visioner

Tema tersebut bukan hanya respons atas perubahan regulasi, tetapi juga sebagai ikhtiar bersama kita untuk mewujudkan madrasah yang humanis, cerdas, dan bermakna di tengah transformasi pendidikan nasional, katanya.

“Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah pendekatan yang mengakar pada nilai-nilai welas asih, penghargaan terhadap keunikan murid, dan penguatan karakter melalui proses pembelajaran yang inklusif dan menyenangkan,” ucap Kaharuddin yang juga kepala MTs PP Pergis Ganra.

Dikatakan, kurikulum ini menjadi oase bagi dunia pendidikan madrasah yang selama ini haus akan pendekatan yang lebih menyentuh aspek kemanusiaan murid.

Ia mengajak kepada seluruh kepala madrasah yang hadir untuk bersungguh – sungguh memahami regulasi baru dan semangat kurikulum KBC, bukan hanya dari sisi administratif, tetapi juga dalam praktik pendidikan harian.

Dia berharap melalui kegiatan musyawarah ini menjadi awal dari penguatan sinergi dan pembaruan semangat dalam membangun madrasah yang penuh cinta, bermutu, dan membentuk generasi rahmatan lil ‘alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!