WARTASULSELNEWS.COM – Ketua Umum DPP Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (Guppi), Prof H Fasli Jalal mengukuhkan kepengurusan DPW Guppi Sulsel masa bakti 2025- 2030 di Aula PLHUT Kemenag Kabupaten Soppeng. Selasa (29/7/2025).
Acara tersebut dirangkaikan dengan seminar nasional dengan tema “Pengembangan Professionalisme Guru Terhadap Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran Dalam Rangka Mempersiapkan Peserta Didik di era Digitalisasi”
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Soppeng yang di wakili Pj Sekda Soppeng, Kakan Kemenag Soppeng, ketua DPD Kabupaten Enrekang, DPD Kabupaten Gowa
DPD Kabupaten Barru.
DPD Kabupaten Parepare.
Ketua DPD GUPPI Kabupaten Soppeng, Hj Famawati dalam laporannya mengatakan, GUPPI Kabupaten Soppeng menaungi 4 Madrasah yaitu 2 MI GUPPI Lisu, MI GUPPI Talagae dan MTs GUPPI Salotungo serta MTs GUPPI Lisu.
Kakan Kemenag Soppeng, H Afdal dalam sambutannya menyampaikan selamat atas pengukuhan Pengurus DPW GUPPI Sulsel, mudah-mudahan program yang dibawa dapat meningkatkan mutu pendidikan Islam dan menjawab segala tantangan jaman saat ini.
Bupati Soppeng yang di wakili Pj Sekda, Andi Surahman, mengapresiasi pengukuhan pengurus DPW GUPPI.
Menurutnya, pengukuhan ini menjadi momentum baru bagi gerakan pembaruan pendidikan Islam sejalan dengan kebijakan Pemerintah yang telah mengesahkan Kurikulum Merdeka untuk menyambut Indonesia Emas 2045.
Hal lain yang di jelaskan oleh ketua DPP GUPPI, Fasli Jalal, ia menjelaskan bahwa GUPPI merupakan ormas Islam yang memang awalnya memberi perhatian terhadap usaha pembaruan dunia pendidikan Islam di Indonesia.
“GUPPI yang lahir tahun 1950 ini dari awalnya memang memberi perhatian pada pendidikan Islam, karena para pendiri GUPPI yang merupakan kyai-kyai pondok pesantren prihatin dengan dunia pendidikan Islam. Karena saat itu masih suasana perang, maka orang tidak terlalu peduli dengan mutu madrasah dan pesantren, ” kata Fasli.
Dalam kesempatan itu, dia mengajak seluruh komponen pendidikan untuk lebih peduli dan memberi perhatian terhadap mutu dan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.
“Kita tidak mungkin hanya mengandalkan bantuan pemerintah untuk memajukan pendidikan Islam di Indonesia. Lembaga pendidikan di Indonesia sebagian besar adalah lembaga swasta, dan sebagian besar adalah sekolah Islam, madrasah dan pondok pesantren. Karena itu mari kita bersama-sama melakukan gerakan pembaruan pendidikan Islam agar pendidikan Islam bisa maju dan kompetitif,” ungkap Fasli Jalal yang pernah menjadi Wakil Mendikbud.
Dirinya berharap agar GUPPI ini menjadi motor penggerak bagi pembaruan pendidikan Islam di Indonesia sehingga saling pendidikan kita dapat bersaing di dunia internasional.
























