WARTASULSELNEWS.COM – Penyuluh Agama Islam, sebagai penyampai pesan keagamaan, harus memiliki keterampilan layanan publik agar mampu memenuhi ekspektasi masyarakat serta di tuntut dalam melaksanakan tugas mulai dari hati dan penuh cinta.
Hal tersebut diungkapkan H Sawedi, ketua tim penyuluh agama islam Kanwil Kemenag Sulsel pada kegiatan Orientasi dan Bimbingan Teknis Tupoksi Penyuluh Agama Islam Kemenag Soppeng yang di laksanakan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Soppeng di Triple 888. Selasa (15/7/2025).
Dalam arahannya Sawedi menuturkan bahwa penyuluh tidak sekadar menyampaikan informasi keagamaan, tetapi juga dituntut menjadi penasihat, psikolog, ahli ekonomi, hingga praktisi hukum.

Menurutnya, penyuluh agama berada di garda terdepan dalam melayani umat. Karena itu, selain memahami ajaran agama, mereka juga harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Masyarakat datang kepada kita dengan berbagai persoalan. Kalau kita tidak kuat iman, kita bisa justru menjadi bagian dari masalah itu,” katanya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini para Penyuluh Agama memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai penyuluh agama. Sehingga ketika selesai melaksanakan tugas dapat memberikan dampak yang besar terhadap masyarakat.
“Selain persoalan tentang pembangunan, juga tidak boleh luput dari pelaksanaan tugas teman-teman penyuluh agama kita adalah menekan angka stunting. Kemudian pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa dikembangkan dan berdampak pada pengentasan kemiskinan,” ucapnya.
“Tentu kita berharap kepada penyuluh kita melaksanakan tugas dari hati, penuh dengan cinta dalam berdakwah. Mereka ramah terhadap kemanusiaan nilai-nilai ukhuwah kemudian saling menghargai saling menghormati, kemudian kearifan lokal menjadi dasar pelaksanaan tugas pokok,” tutupnya.
Kegiatan tersebut di hadiri Ketua Wilayah IPARI Sulsel, Dr Usman Ahmad, Kasubag TU Kemenag Soppeng, Ahmad Wardiman, Kasi Bimas Islam, H Andi Muh Darwis, Ketua IPARI Kabupaten Soppeng, Mustafa serta Penyuluh Agama Islam Kemenag Soppeng berjumlah 70 orang.

























