Ragam

Three in One Akhir Ramadhan Jadi Tema Khutbah Dosen UIN Alauddin Makassar

189
×

Three in One Akhir Ramadhan Jadi Tema Khutbah Dosen UIN Alauddin Makassar

Sebarkan artikel ini

SOPPENG.WSS.NEWS.COM – Dosen UIN Alauddin Makassar,Dr.H.Andi Muhammad Akmal, S.Ag., M.H.I bertindak sebagai Khatib Jumat di Mesjid Agung Darussalam Watansoppeng. Jum’at (21/4/ 2023).

Adapun tema khutbah Jumat yang disampaikan adalah Three in One Akhir Ramadhan, tema tersebut didasari dari tiga variabel, yaitu hari Jumat, Bulan Ramadhan dan Hari Kartini. Bertemunya 3 hal yang mulia dan bersejarah dalam kehidupan umat Islam di Negara Indonesia.

Di jelaskan bahwa, hari Jumat adalah penghulu dari semua hari dalam sepekan, sebagaimana sabda Rasululah saw., Sayyidul ayyaami yaumul Jumuah. Kata Jumat, berasal dari kata Jamaah, artinya kumpulan atau kompilasi. Maknanya kumpulan kebaikan ada pada hari Jumat. Semua amalan, pada hari Jumat adalah mulia karena dilipatgandakan pahalanya. Ada tiga hal utama, amalan yang mulia di hari Jumat dan Bulan Ramadhan. Yaitu SDQ ( Salawat Sedekah, Doa dan Al Qur’an). Penjabarannya, Salawat dan Sedekah diperbanyak di Hari Jumat dan Bulan Ramadhan. Salawat, sebagai wasilah untuk mendapatkan rahmat Allah swt. Satu kali bersalawat kepada Rasullah saw, maka 10 rahmat dari Allah swt.

Di hari Jumat dan Ramadhan, ibadah yang afdal dilakukan adalah membaca Alquran Karim, menerjemahkan, memahami kandungan dan mengamalkannya. Salah satu kemuliaan Ramadhan adalah bulan turunnya AlQuran,ucap Dr.H.Andi Muhammad Akmal dalam Khutbahnya.

“Jadi ibadah sunnat yang mulia dilakukan adalah tilaawatul qur’an. Disunnatkan juga membaca Surah Yasin pada malam Jumat (Yasinan) dan membaca Surah Al Kahfi pada hari Jumat (Kahfian). Rasulullah saw. bersabda man qara’a suuratal Kahfi lailata aw yaumal jumuah, adhaa a lahuu nuuran bainal jum’atain.( Siapa yang membaca Surah Al Kahfi pada malam atau hari Jumat, maka Allah swt, akan memberikan sinar ( sebagai pelindung ) sampai hari Jumat berikut. Maknanya, Kahfian, sebagai bacaan tolak bala’ sekali sepekan,” katanya.

Kaitannya dengan hari kartini,dirinya mengingatkan kepada jamaah bahwa Jangan sekali kali melupakan sejarah (Jas Merah), demikan pesan Bung Karno Presiden pertama RI. Bahwa Raden Ajeng Kartini, yang diperingati kelahirannya setiap tgl 21 April, dipahami sebagai simbol emansipasi wanita dan pemberdayaan perempuan.

Ternyata gerakan tersebut terilhami dan didasari kandungan makna Al Qur’an, yang dipelajarinya dari gurunya KH. Saleh Darat di Jawa Tengah. Kaum perempuan harus berdaya dan bermanfaat terhadap setiap lini kehidupan, bukan hanya di kawasan privat rumah tangga dan domestik semata, namun harus bermanfaat di lapangan publik,ucap Andi Akmal.

“Salah satu surah dalam Al Quran, yaitu Surah An Nisa, yang berbicara tentang eksistensi peran perempuan. inilah hakikat emansipasi. Kumpulan tulisan dan surat dari RA Kartini, dibuat buku, yang berjudul ,”Habis Gelap Terbitlah Terang” . Ini terilhami dari QS. Albaqarah/ 2 : 257, Allaahu waliyyul laziina Aamanuu yukhrijuunahum minanaz zulumaati ilan nuur ( Allah swt sebagai pelindung orang orang beriman, Tuhan yang mengeluarkan manusia dari ( kehidupan ) yang gelap, ( menuju kehidupan ) yang terang,” ujar Andi Muhammadi Akmal juga Dosen LB di STAI Algazali Soppeng.

Hadir shalat Jumat, Supriansa, SH.MH, anggota DPR RI, H. Lutfi Halide, M.Si, Wakil Bupati Soppeng ( Ketua Pengurus Mesjid Agung Darussalam ), H. Syahruddin Adam, M.Si, Ketua DPRD Soppeng, Ust. KM. Al Haafiz Muh.Tang, M.Pd.I Imam Masjid Agung Darussalam ( Pimp.Pontren PPTQ Imam Hafs Soppeng ), Para Pengurus, Tokoh Masyarakat dan Jemaah Masjid Agung Darussalam Watansoppeng.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *