SOPPENG — Peringatan Hari Sumpah Pemuda di MAN 1 Soppeng pada Rabu (28/10/2026) menghadirkan nuansa yang berbeda dan penuh makna. Seluruh rangkaian pelaksanaan upacara dipercayakan sepenuhnya kepada siswa, mulai dari persiapan, pengaturan teknis, petugas upacara, hingga jalannya kegiatan.
Langkah ini bukan sekadar memberikan kesempatan kepada siswa untuk tampil sebagai pelaksana, melainkan menjadi bagian penting dari proses pendidikan karakter dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan madrasah.
Momentum Sumpah Pemuda ini dimanfaatkan oleh MAN 1 Soppeng untuk membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya layak diberi ruang berpartisipasi, tetapi juga harus memegang kepercayaan serta tanggung jawab kepemimpinan.
Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa pelibatan penuh siswa dalam upacara merupakan bentuk nyata komitmen madrasah dalam membangun kemandirian, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab generasi muda.
”Sudah saatnya kita memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengambil peran. Regenerasi tidak cukup hanya dengan berbicara tentang pentingnya generasi penerus, tetapi harus dimulai dengan memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada mereka. Saatnya yang muda yang bertanggung jawab,” ungkap Dr. Musmuliadi.
Menurutnya, generasi muda tidak akan pernah siap memimpin apabila tidak pernah diberikan kesempatan untuk belajar memimpin secara langsung.
Oleh karena itu, madrasah harus menjadi ruang pembelajaran nyata yang melatih siswa mengambil keputusan, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, serta mempertanggungjawabkan tugas.
Semangat tersebut dinilai sejalan dengan esensi Sumpah Pemuda 1928, di mana perubahan besar dalam perjalanan bangsa selalu membutuhkan keberanian, persatuan, dan kontribusi aktif dari generasi muda.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Soppeng ingin menegaskan bahwa pendidikan tidak sebatas transfer pengetahuan di dalam ruang kelas, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri, mentalitas, dan kemampuan kepemimpinan peserta didik.
Regenerasi harus dimulai dari kepercayaan. Sebab, pemimpin masa depan tidak lahir hanya karena ditunggu, melainkan dibentuk melalui kesempatan, pengalaman, dan tanggung jawab hari ini.














