MAKASSAR – Sebanyak 24 santri alumni Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAN PK) Makassar resmi dilepas untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Tiga di antaranya merupakan santri berprestasi asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
Rangkaian acara pelepasan secara resmi dipimpin langsung oleh Kepala MAN PK Makassar beserta jajaran dewan guru dan pembina. Acara digelar bertepatan dengan momentum Upacara Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, yang dilanjutkan dengan acara ramah tamah pada Jumat (23/10/2026).
Adapun tiga santri utusan Kabupaten Soppeng yang berhasil menembus salah satu universitas Islam tertua di dunia tersebut, yaitu:
1. A. Ahla Naylah (asal Lajoa, alumni M.Ts. PP DDI Mangkoso), peraih Medali Perak Olimpiade Bahasa Arab (OBA) Nasional, putri dari Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag. & Dr. Hj. Haniah, Lc., M.A.
2. Nurul Syarkiyyah (asal Bila Selatan, alumni M.Ts. PP Yasrib), putri dari Jufri.
3. Muh. Sultan Nabil (asal Lompulle, alumni M.Ts. PP Nahdlatul Ulum), putra daria Muh. Tahir, S.Ag.
Ketiga santri tersebut bersama 21 rekan alumni MAN PK Makassar lainnya dijadwalkan bertolak dari Makassar menuju Kairo pada Selasa (27/10/2026) melalui fasilitasi Lembaga Pengembangan Kader (LPK) Al Huda MAN PK Makassar.
MAN PK di bawah naungan MAN 3 Makassar terus mengukuhkan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam unggulan nasional milik Kementerian Agama. Berfokus pada pendalaman ilmu keagamaan (tafaqquh fiddin), pengkajian kitab kuning, dan penguasaan bahasa asing berbasis asrama, MAN PK terbukti konsisten mencetak lulusan berdaya saing internasional.
Dalam sambutannya mewakili orang tua santri, Dr. Hj. Haniah, Lc., M.A., yang juga Ketua Prodi S2 Pendidikan Bahasa Arab UIN Alauddin Makassar sekaligus alumni Al-Azhar, menekankan pentingnya meluruskan niat dan menjaga almamater.
”Niatkan studi sepenuhnya karena Allah Ta’ala. Jaga nama baik MAN PK dan Indonesia. Setinggi apa pun ilmu yang diraih di Mesir, kewajiban utama para santri adalah kembali untuk membangun bangsa dan mencerahkan umat di tanah air,” tegas Dr. Haniah.
Selain itu, ia membagikan empat kiat kunci sukses studi di Mesir, yaitu penguasaan bahasa Arab (Fushha dan Ammiyah), kedisiplinan mengikuti majelis ilmu (talaqqi) di Masjid Al-Azhar, manajemen waktu yang ketat, serta menjaga stamina fisik menghadapi perbedaan cuaca ekstrem di Kairo.














