News

Sajikan Fesyen Aksara Lontara UMKM Makassar Naik Kelas Bersama BRI

10
×

Sajikan Fesyen Aksara Lontara UMKM Makassar Naik Kelas Bersama BRI

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Upaya melestarikan budaya lokal tidak selalu harus dilakukan melalui cara-cara konvensional. Bagi As’ad Fadli, pemilik Ripuji Lontaratta asal Makassar, Sulawesi Selatan, menjaga warisan budaya justru dapat dilakukan melalui produk fesyen yang dekat dengan generasi muda.

​Berdiri sejak 2019, Ripuji Lontaratta merupakan usaha yang bergerak di bidang fesyen dan kriya (craft) dengan menghadirkan produk seperti tas dan topi yang mengombinasikan desain kekinian dengan motif khas Sulawesi Selatan, khususnya aksara Lontara. Produk seperti Malebbi Totebag dan Maraja Bucket Hat menjadi beberapa koleksi yang paling diminati pelanggan.

​Ide bisnis ini berawal dari keresahan As’ad melihat semakin banyak anak muda di Kota Makassar yang mulai asing dengan aksara Lontara. Di sisi lain, ia melihat peluang besar untuk memperkenalkan kembali identitas budaya tersebut melalui produk yang sesuai dengan gaya hidup generasi muda.

​“Kami melihat anak muda sekarang, khususnya di Kota Makassar, sudah mulai tidak mengenal lagi aksara Lontara. Di sisi lain, mereka memiliki minat terhadap tas dan topi yang bisa menunjang fesyen. Karena itu, kami membuat usaha ini dengan tujuan menjaga warisan budaya masyarakat Makassar namun tetap bisa tampil keren,” ujar As’ad, Jumat (23/10/2026).

​Kini, Ripuji Lontaratta telah memberdayakan lima orang tenaga kerja dan memasarkan produknya melalui berbagai kanal, mulai dari gerai offline, media sosial, business to business (B2B), hingga berbagai pameran dan acara. Jangkauan pasarnya pun telah menembus konsumen antarkota hingga antarpulau.

​Dalam perjalanan mengembangkan usaha, As’ad menyadari bahwa kemampuan mengelola bisnis merupakan faktor krusial agar usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. Di titik inilah platform linkumkm by BRI hadir menjadi salah satu sarana utama dalam meningkatkan kapasitas usahanya.

​As’ad pertama kali mengenal linkumkm by BRI saat berkunjung ke Rumah BUMN Makassar. Setelah memperoleh informasi mengenai berbagai manfaat dan program yang tersedia, ia memutuskan bergabung untuk mengakses berbagai pelatihan pendukung bisnis.

​“Setelah saya bergabung dengan linkumkm by BRI dan mendapat program pelatihan, usaha saya mengalami perkembangan terutama di bagian legalitas dan manajemen sumber daya manusia. Saya mendapat ilmu bagaimana mengatur usaha agar bisa berkembang dan bagaimana mengatur tim supaya lebih produktif,” kata As’ad.

​Platform linkumkm by BRI merupakan bagian dari ekosistem pemberdayaan UMKM BRI yang menyediakan akses pengembangan kapasitas usaha secara terpadu.

Hingga September 2026, jumlah pelaku UMKM yang telah memanfaatkan platform tersebut tercatat mencapai 17,6 juta pelaku usaha. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin luasnya akses pelaku UMKM terhadap sarana pengembangan bisnis berbasis digital.

Bagi As’ad, setiap produk yang dihasilkan Ripuji Lontaratta memiliki misi yang lebih mendalam dari sekadar memenuhi selera busana. Motif aksara Lontara yang diusung menjadi media narasi bahwa identitas budaya lokal adalah sesuatu yang patut dikenal, dilestarikan, dan dibanggakan.

​“Dalam setiap produk kami ada sebuah misi untuk melestarikan budaya aksara Lontara yang sudah mulai dilupakan anak muda. Kami bukan hanya menghadirkan tas dan topi untuk menunjang selera fesyen pelanggan, tetapi juga bercerita melalui motif aksara Lontara bahwa inilah identitas kita yang harus kita lestarikan dan banggakan,” ungkapnya.

​Untuk menunjang kelancaran operasional dan transaksi penjualan, Ripuji Lontaratta juga mengadopsi layanan QRIS BRI. Kehadiran QRIS BRI terbukti memberikan kemudahan serta kepraktisan bagi konsumen saat bertransaksi di berbagai kesempatan.

​Meskipun perjalanan membangun usaha tidak luput dari tantangan seperti pembatalan pesanan kustom secara mendadak hingga persaingan pasar As’ad menjadikannya sebagai proses evaluasi berkesinambungan untuk terus menyempurnakan strategi bisnisnya.

​Menanggapi hal tersebut, Senior Executive Vice President (SEVP) Micro Business Empowerment BRI, M. Candra Utama, mengungkapkan bahwa pemberdayaan UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh.

Tantangan pelaku usaha tidak hanya berkutat pada permodalan, melainkan juga meliputi kapasitas manajemen, legalitas, pemasaran, digitalisasi, hingga kejelian membaca peluang pasar.

​“BRI melihat bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk terus tumbuh apabila mendapatkan ekosistem pendukung yang tepat. linkumkm by BRI menjadi salah satu platform yang kami hadirkan untuk membantu pelaku UMKM belajar, beradaptasi, dan berkembang sesuai kebutuhan usahanya,” pungkas Candra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!