News

​Pengelola Perpustakaan Macakka Jadi Narasumber Pertemuan TPBIS Sulsel Tahun 2026

168
×

​Pengelola Perpustakaan Macakka Jadi Narasumber Pertemuan TPBIS Sulsel Tahun 2026

Share this article

MAKASSAR — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan “Pertemuan Pemangku Kepentingan Tingkat Provinsi” untuk mendukung Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting ini berlangsung pada Kamis (22/10/2026).

​Forum tingkat tinggi ini menghadirkan sejumlah pejabat nasional dan pakar lintas sektor, di antaranya Dra. Adriati, S.I.P., M.Hum. (Pustakawan Perpusnas RI), Andi Suacianita Hatta, S.E., M.M. (Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel), serta Didik Darmanto, S.Sos., MPA (Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Bappenas).

​Selain jajaran pejabat tingkat nasional dan provinsi, forum ini memberikan ruang khusus bagi praktisi perpustakaan tingkat desa untuk membagikan pengalaman nyata dalam menerapkan program inklusi sosial. Salah satu narasumber yang mencuri perhatian adalah Andi Colly Poji, Pengelola sekaligus PIC Perpustakaan Macakka Desa Tellulimpoe, Kabupaten Soppeng.

​Dalam pemaparannya, Andi Colly Poji membagikan praktik baik (best practices) pengelolaan Perpustakaan Macakka yang berhasil mendorong pemberdayaan masyarakat desa melalui akses informasi dan kegiatan literasi yang inklusif. Menurutnya, perpustakaan modern tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas warga.

​”Delapan tahun perpustakaan desa hadir untuk merangkul masyarakat. Melalui program berbasis inklusi sosial, kami di Desa Tellulimpoe berupaya menjadikan perpustakaan sebagai wadah pembelajaran sepanjang hayat, pelatihan keterampilan, serta pemberdayaan ekonomi warga,” ungkap Andi Colly Poji.

​Sesi diskusi panel tersebut juga menghadirkan Fasilitator Daerah (Fasda) Sulsel, Aslinda, S.I.P., sebagai narasumber, serta dipandu oleh Afzazul Rahman, S.I.P., M.I.P., selaku moderator.

​Melalui kegiatan ini, Dispusarsip Sulsel berharap sinergi antar-pemangku kepentingan dari tingkat provinsi hingga desa semakin solid. Dengan begitu, program perpustakaan berbasis inklusi sosial dapat terus berjalan secara berkesinambungan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat di Sulawesi Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!