News

Wujudkan Pembelajaran Bermakna, 5 Madrasah Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

138
×

Wujudkan Pembelajaran Bermakna, 5 Madrasah Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Share this article

SOPPENG – Tatanan pendidikan madrasah di Kabupaten Soppeng kembali mengukir langkah inovatif melalui kolaborasi antarsatuan pendidikan. Sebanyak lima madrasah bergerak bersama menggelar Workshop Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Tahun Pelajaran 2026/2027.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 13 sampai 15 Oktober 2026, ini dipusatkan di Aula MTs DDI Waepute, Desa Gattareng, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.

​Kegiatan kolaboratif ini diikuti oleh MTs DDI Waepute yang bertindak selaku tuan rumah, bersama empat madrasah peserta lainnya, yaitu MTs DDI Jarasua, MTs DDI Langkemme, MTs DDI Satu, dan MTs DDI Jabal Rahma Palakka. Para pendidik dari kelima madrasah tersebut berkumpul untuk memperkuat kapasitas dan menyelaraskan strategi pembelajaran menuju kualitas pendidikan yang lebih bermakna.

​Acara pembukaan workshop berlangsung hangat dan khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng. Turut hadir langsung Kepala Kantor Kemenag Soppeng H. Afdal, S.Ag., M.M., Kasi Penmad Kemenag Soppeng Kaharuddin, S.Pd.I., M.Pd.I., serta Ketua Pokjawas Kemenag Soppeng Sudirman Hise, H. Alimin, S.Ag., M.Pd.I. dan Muhammad As’ad. S. Ag., M. Pd.I.

​Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Soppeng, H. Afdal, S.Ag., M.M., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Untuk bisa berkembang dan maju, harus ada upaya serta niat yang besar dari kita semua. Pelaksanaan workshop ini merupakan langkah konkret untuk terus bertumbuh,” ujar H. Afdal di hadapan para peserta.

​Menanggapi berbagai polemik di kalangan pemerhati pendidikan mengenai hadirnya kurikulum baru, H. Afdal menilai bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menjadi jawaban tersendiri karena berupaya menghadirkan sebuah rasa di dalam proses pembelajaran. Ia juga menekankan pentingnya melihat konteks dan hasil empiris dari penerapan KBC di lapangan agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh peserta didik.

​”Yang paling esensial adalah bagaimana kita bisa menghadirkan nilai-nilai KBC ini secara nyata di ruang-ruang kelas madrasah. Penerapan kurikulum ini tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus melibatkan peran aktif dari Komite Madrasah dan orang tua santri,” tegasnya.

Untuk menggugah semangat ketulusan para pendidik, H. Afdal turut menceritakan keutamaan kisah sahabat Nabi, Abu Thalhah RA. Ia berharap keikhlasan dan pengorbanan atas dasar cinta yang ditunjukkan Abu Thalhah dapat menjiwai seluruh guru dalam mendidik para santri dengan penuh kasih sayang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!