HajiKemenhaj

Buka Manasik Haji, Kanwil Kemenhaj Sulsel Puji KBIHU Al-Ifadah

16
×

Buka Manasik Haji, Kanwil Kemenhaj Sulsel Puji KBIHU Al-Ifadah

Share this article

​SOPPENG — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, S.Ag., M.A., mengapresiasi langkah cepat dan terencana KBIHU Al-Ifadah yang resmi membuka bimbingan manasik haji bagi calon jamaah pemberangkatan tahun 2027.

Acara yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Sabtu (3/10/2026).

Pujian tersebut disampaikan atas komitmen KBIHU Al-Ifadah dalam menginisiasi pembinaan jamaah jauh sebelum jadwal keberangkatan. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk memastikan setiap calon jamaah memiliki persiapan yang matang, baik secara teknis, fisik, maupun spiritual.

Acara pembukaan tersebut turut dihadiri Kakan Kemenhaj Soppeng, Dr. H. Musriadi, S.Ag., M.H., serta H. Supriadi, Lc. yang membawakan hikmah maulid di hadapan ratusan jamaah calon haji.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenhaj Sulsel, H. Ikbal Ismail, mengingatkan para calon jamaah untuk bersyukur karena terpilih dari jutaan pendaftar yang mengantre.

Ia menekankan agar kesempatan emas ini dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan mempersiapkan diri secara menyeluruh, terutama menjaga kesehatan fisik dan kesiapan mental.

“Dari sekitar 5,7 juta pendaftar yang sudah berniat dan mengantre, Bapak dan Ibu adalah orang-orang pilihan yang masuk dalam daftar pemberangkatan. Banyak orang di luar sana yang memiliki kemampuan finansial, tetapi belum mendapat panggilan hati dari Allah SWT. Karena itu, tolong gunakan kesempatan ini sebaik mungkin dan jangan pernah mengabaikan kesehatan,” tegas H. Ikbal Ismail.

H. Ikbal juga membeberkan ketatnya standar pemeriksaan kesehatan saat ini. Sebagai gambaran, dari seleksi petugas haji seperti dokter, perawat, hingga pembimbing, terdapat beberapa peserta yang terpaksa dibatalkan keberangkatannya karena tidak lolos Tes Kesehatan (Medical Check-Up). Hal ini membuktikan bahwa faktor kesehatan menjadi syarat mutlak dan tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan ibadah haji.

Sementara itu, Kakan Kemenhaj Soppeng, Dr. H. Musriadi, S.Ag., M.H., turut memaparkan pembaruan data jamaah di Kabupaten Soppeng. Dari kuota awal 382 orang, tersisa 338 jamaah setelah proses verifikasi, di mana 33 orang di antaranya telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan dan sisanya akan menyusul secara bertahap.

Melalui sinergi pembinaan ibadah dan fisik sejak dini, KBIHU Al-Ifadah bersama Kemenhaj berharap seluruh calon jamaah Kabupaten Soppeng dapat menjadi haji yang mandiri serta meraih predikat haji mabrur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!