WARTASULSELNEWS.COM – Rangkaian persiapan menyongsong musim haji 2027 di Kabupaten Soppeng resmi memasuki tahapan krusial. Sebanyak 380 Calon Jemaah Haji (CJH) yang namanya telah masuk dalam daftar estimasi awal keberangkatan kini mulai menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan intensif serta tes kebugaran fisik yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan dan instansi terkait.
Pemeriksaan kesehatan ini menjadi fondasi utama dalam menentukan pemenuhan syarat istitha’ah (kemampuan) kesehatan jemaah. Mengingat pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci membutuhkan kondisi fisik yang prima serta stamina yang kuat dalam menghadapi tingginya dinamika cuaca di Makkah dan Madinah, pemantauan kondisi medis berkala ini dikawal secara ketat oleh tim medis.
Namun demikian, angka 380 jemaah tersebut ditegaskan masih bersifat estimasi dan belum merupakan jumlah final yang dipastikan berangkat. Berdasarkan mekanisme penyelengaraan haji, jumlah tersebut masih dapat mengalami perubahan baik bertambah maupun berkurang seiring berjalannya tahapan verifikasi administrasi dan medis.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Soppeng, Dr. H. Musriadi, menjelaskan bahwa, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi pergeseran angka kuota ini antara lain adanya jemaah yang menyatakan mundur karena alasan pribadi, jemaah yang meninggal dunia sebelum keberangkatan, hingga hasil pemeriksaan medis yang menyatakan calon jemaah belum memenuhi kriteria istitha’ah kesehatan.
“Apabila terdapat jemaah yang batal berangkat, porsi sisa kuota tersebut secara otomatis akan dikembalikan ke tingkat provinsi untuk dikelola dan diisi kembali sesuai dengan ketentuan nomor urut porsi atau regulasi pelunasan yang berlaku, ” jelas Musriadi saat dikonfirmasi Senin (21/9/2026).
Ia menyebutkan berdasarkan data rincian daftar estimasi nama yang telah keluar saat ini, Kecamatan Marioriawa mencatatkan diri sebagai wilayah dengan jumlah calon jemaah terbanyak dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Soppeng.
Musriadi, menyampaikan bahwa pihak Kemenhaj terus berkoordinasi secara aktif dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pelayanan dan pendampingan jemaah berjalan optimal.
“Saat ini kita telah memasuki tahapan pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran fisik. Angka 380 yang ada saat ini merupakan daftar estimasi nama yang keluar dari sistem. Kita harus memahami bahwa angka ini masih dinamis, bisa berkurang jika ada kendala kesehatan atau halangan tetap, namun juga bisa bertambah sesuai dengan penyesuaian kuota di tingkat provinsi,” ujar Dr. H. Musriadi.
Ia juga mengimbau kepada seluruh calon jemaah haji yang terdaftar dalam estimasi awal untuk senantiasa menjaga pola hidup sehat, menjaga stamina tubuh, serta mengontrol kondisi medis masing-masing agar dapat memenuhi seluruh kriteria kelaikan kesehatan hingga jadwal pemberangkatan resmi ditetapkan.
Dengan dimulainya tahapan tes kesehatan ini, Kemenhaj Soppeng beserta pemerintah daerah berharap seluruh proses verifikasi medis dan administrasi berjalan tertib serta transparan, sehingga seluruh calon jemaah yang nantinya ditetapkan berangkat dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan meraih haji yang mabrur.














