DaerahEdukasiRagam

IPDA Muhtadi Kenang Masa Kecilnya Saat Membuka Festival Layang-layang

192
×

IPDA Muhtadi Kenang Masa Kecilnya Saat Membuka Festival Layang-layang

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM — Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ganra, IPDA Muhtadi, larut dalam kenangan masa kecilnya saat membuka secara resmi Festival Layang-Layang di Desa Belo, Kecamatan Ganra, Minggu (20/9/2026).

​Di hadapan ribuan peserta dan masyarakat yang memadati area terbuka di Desa Belo, IPDA Muhtadi menceritakan kembali pengalaman masa kecilnya yang sarat akan keseruan bermain layang-layang bersama kawan-kawannya di area persawahan.

​”Melihat anak-anak dan warga antusias hari ini, memori masa kecil saya langsung berputar kembali. Dulu kita rela berlarian di pematang sawah di bawah terik matahari, panas-panasan sampai kulit menghitam, dan tangan kadang lecet terkena benang. Tapi rasa lelah itu hilang seketika begitu layangan yang kita buat sendiri berhasil mengudara tinggi,” ujar IPDA Muhtadi.

​Ia mengungkapkan bahwa permainan tradisional layang-layang di masa kecil bukan sebatas hiburan, melainkan wadah belajar tentang kesabaran, kerja sama, dan pantang menyerah. Proses menimbang keseimbangan bambu, menempel kertas, hingga membaca arah angin mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang terus ia pegang hingga kini.

​”Dulu kalau angin mati, kita harus sabar menunggu. Kalau layangan jatuh atau putus, kita perbaiki lagi bersama-sama. Nilai-nilai sederhana dari masa kecil inilah yang membentuk karakter dan mental kebersamaan kita sampai dewasa,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, IPDA Muhtadi berharap kepada peserta yang terdiri dari Anak-anak hingga Pria Dewasa dapat menikmati keceriaan bermain di alam terbuka sekaligus melestarikan kearifan lokal di tengah gempuran era digital. Menurutnya, festival semacam ini menjadi momen langka bagi generasi muda untuk sejenak lepas dari ketergantungan pada layar ponsel.

Suasana festival berlangsung meriah dengan hadirnya puluhan layang-layang beraneka bentuk dan warna yang menghiasi langit Desa Belo. Keriuhan sorak-sorai penonton dan canda tawa warga menambah hangat kebersamaan hingga penghujung acara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!