DaerahSorotan

LSM SIN Desak APH Audit Khusus Dana Revitalisasi TK Aisyiyah Bila Soppeng

172
×

LSM SIN Desak APH Audit Khusus Dana Revitalisasi TK Aisyiyah Bila Soppeng

Share this article

Ketgam: Ilustrasi 

WARTASULSELNEWS.COM — Pengelolaan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bila, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, mendadak jadi sorotan publik. Sabtu (19/9/2026).

Alokasi anggaran yang menembus lebih dari Rp250 juta tersebut dinilai syarat masalah hingga memicu desakan tindakan tegas dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

LSM Sivil Independen Nasional (SIN) Sulawesi Selatan, Hendra, secara tegas mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan melakukan audit khusus terkait penggunaan dana serta kesesuaian material proyek dengan petunjuk teknis (juknis).

​Polemik ini kian mencuat setelah Ketua Tim Revitalisasi, Edy, memilih mengundurkan diri di tengah jalannya pekerjaan. Pengunduran diri mendadak tersebut dipicu lantaran masukannya mengenai pelaksanaan kegiatan yang sesuai standar juknis tidak diindahkan. Salah satu poin krusial yang menjadi sorotannya yakni pengerjaan bagian atap bangunan.

​”Biar bagaimanapun, bila ada masalah di kemudian hari, kami sebagai Ketua Tim yang bertanggung jawab. Itulah alasan kami mundur karena masukan kami tidak digubris,” ujar Edy dengan nada kecewa saat dikonfirmasi oleh wartawan pada Jumat lalu (11/9/2026).

​Tidak berhenti di situ, pelaksanaan proyek swakelola ini juga disinyalir melanggar aturan juknis dan petunjuk pelaksanaan (juklat) DAK. Pasalnya, pihak sekolah di bawah kepemimpinan Kepala TK, Hasnah, diduga tidak melibatkan Ketua Komite Sekolah dalam struktur pelaksanaan kegiatan.

​Divisi Pengawasan Publik dan Investigasi LSM SIN Sulsel, Hendra, menilai sikap tertutup pihak sekolah saat dikonfirmasi semakin memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam tata kelola anggaran.

​”Kami mencurigai pengelolaan anggaran kegiatan tersebut carut-marut dan ada hal yang tidak beres. Pengawasan terhadap proyek pemerintah merupakan bagian dari kontrol masyarakat agar pelaksanaan pekerjaan benar-benar sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis,” tegasnya.

Atas indikasi kegagalan pengelolaan tersebut, LSM SIN Sulsel meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng memberikan sanksi tegas berupa pencopotan Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bila. Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng maupun Ketua Tim Revitalisasi yang baru, Risal, belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan proyek tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!