WARTASULSELNEWS.COM – Senin (31/8/2026) pagi, tepat pukul 08.00 WITA, Lapangan Upacara Makodim 1423/Soppeng di Jalan Merdeka berubah menjadi lautan khusyuk. Ratusan personel TNI dan PNS menyatu dalam shaf yang rapat, menggelar Salat Istisqa dan doa bersama demi menjemput rahmat berupa rintik hujan.
Lantunan doa dipandu oleh Bati Persdim 1423/Soppeng, Peltu Baharuddin, S.Sos., yang bertindak sebagai imam. Suasana kian haru dan sarat makna saat Serka Abdul Jalil naik menyampaikan khutbah, mengingatkan kerendahan hati manusia di hadapan Sang Pencipta.
Komandan Kodim 1423/Soppeng, Letkol Inf Eko Yuliyanto, hadir langsung memimpin barisan perwira dan anggotanya. Bagi Eko, di tengah keterbatasan manusia menghadapi kegarangan alam, doa adalah benteng spiritual terbaik.
”Salat Istisqa bukan sekadar ritual memohon air dari langit, tetapi alarm bagi pengingat diri bahwa kita ini lemah dan senantiasa bergantung pada rahmat Allah SWT,” tutur Dandim di hadapan jajarannya.
Namun, ikhtiar Kodim Soppeng tak berhenti di atas sajadah. Usai bersimpuh, Letkol Inf Eko Yuliyanto langsung meniupkan instruksi tegas terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengintai selama kemarau.
”Kepada seluruh prajurit, edukasi masyarakat! Imbau warga agar tidak membakar lahan sekecil apa pun. Berikan pengabdian terbaik untuk membantu kesulitan rakyat, karena sekecil apa pun bantuan kita, itu adalah amanah,” tegas Eko.
Bagi keluarga besar Kodim 1423/Soppeng, pengabdian kepada rakyat adalah dua sisi mata uang, ketulusan aksi di lapangan dan kekhusyukan doa di hadapan Tuhan. Kini, doa telah diangkut ke langit, ikhtiar terus dipacu di bumi berharap sejuknya hujan segera datang menyiram dahaga Soppeng.



























