WhatsApp Image 2026-08-04 at 21.20.01
previous arrow
next arrow


DaerahNasionalRagam

Momen Wabup Soppeng Coba Ayunan Mattojang di Pesta Adat Desa Laringgi

281
×

Momen Wabup Soppeng Coba Ayunan Mattojang di Pesta Adat Desa Laringgi

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Semarak budaya dan kearifan lokal kembali menggema di Kabupaten Soppeng. Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle Ks Dalle hadir dalam pesta adat Mattojang yang digelar oleh masyarakat Dusun Bera Desa Laringgi Kecamatan Marioriawa. Senin (31/08/2026).

Kehadiran pejabat nomor dua di Soppeng ini menyedot perhatian dan antusiasme warga yang memadati lokasi kegiatan. Tradisi Mattojang sendiri merupakan bagian dari warisan leluhur suku Bugis yang kerap digelar dalam pesta rakyat atau syukuran pascapanen sebagai simbol rasa syukur, keberanian.

Tak sekadar menyaksikan, Wabup Selle pun ikut mencoba uji nyali menaiki ayunan Mattojang. Perlahan, tali ditarik, kayu bergoyang, hingga ayunan menjulang tinggi. Sorakan warga pun pecah, tawa anak-anak bersahut-sahutan, menyulut suasana penuh kegembiraan.

Aksi seru ini langsung disambut riuh tepuk tangan dan sorak-sorai dari masyarakat Desa Laringgi yang menyaksikan.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Soppeng menyampaikan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi adat lokal di tengah arus modernisasi.

Selle menyampaikan rasa bangga atas keberlangsungan acara adat yang sarat makna tersebut. Ia menekankan bahwa tradisi ini bukan hanya hiburan, tetapi juga warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan sosial tinggi.

“Mattojang bukan sekadar hiburan, melainkan warisan berharga yang mengandung nilai kearifan lokal. Kewajiban kita bersama adalah menjaganya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Wabup dalam sambutannya.

Ia menambahkan, tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan dan gotong royong yang tak boleh hilang.

“Kebudayaan adalah jati diri kita. Mattojang dan Mappadendang lahir dari kebersamaan, dan dengan kebersamaan pula kita bisa menjaganya tetap lestari,” ucapnya.

“Sejak dulu Mattojang bukan hanya permainan, tapi doa dan harapan agar hidup masyarakat diberkahi. Kami bangga karena pemerintah hadir mendukung pelestarian tradisi ini. Semoga anak cucu kita terus mengenalnya,” ungkapnya.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, momen di Kecamatan Marioriawa ini juga dimanfaatkan sebagai wadah silaturahmi tanpa sekat antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Warga mengaku senang dan terhibur melihat pemimpin daerah ikut membaur dan merasakan langsung kearifan lokal yang hidup di tengah-tengah masyarakat Desa Laringgi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!