WhatsApp Image 2026-08-04 at 21.20.01
previous arrow
next arrow


DaerahHajiInternasionalKemenhajKesehatanNasional

Pertama di Indonesia, Soppeng Luncurkan Program Outbound Manasik Haji dan Kesehatan

233
×

Pertama di Indonesia, Soppeng Luncurkan Program Outbound Manasik Haji dan Kesehatan

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Terobosan berani dan inovatif kembali lahir dari Kabupaten Soppeng. Sebagai bentuk kesiapsiagaan fisik dan mental para calon jemaah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Soppeng berkolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Soppeng siap menggeber program pelopor bertajuk “Outbound Manasik Haji dan Kesehatan”.

Program terobosan ini mencatatkan sejarah sebagai kolaborasi Outbound Manasik Haji dan Kesehatan pertama di Indonesia.

Peluncuran resmi (launching) program spektakuler ini dijadwalkan berlangsung pada 8 September 2026 dan dipastikan menyedot perhatian publik. Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sulawesi Selatan, H. Ikbal, dijadwalkan hadir secara langsung untuk meresmikan program bersejarah tersebut.

​Kepala Kantor Kemenhaj Soppeng, Dr. H. Musriadi, mengungkapkan bahwa agenda besar pada 8 September 2026 mendatang dirancang secara holistik melalui dua rangkaian kegiatan utama:

1. ​Peluncuran Outbound Manasik Haji dan Kesehatan (Konsep Outdoor). Kegiatan luar ruangan ini akan melibatkan seluruh calon jemaah haji, tim pemeriksa kesehatan, serta jajaran Dinas Kesehatan. Pendekatan outbound dirancang untuk melatih ketahanan fisik, kerja sama, dan kesiapan mental jemaah dalam menghadapi dinamika ibadah haji di Tanah Suci. Konsep dan silabus outbound saat ini tengah dimatangkan secara presisi oleh tim gabungan sebagai program edukasi kesehatan yang berkelanjutan.

2. ​Sosialisasi Kesehatan Terpadu di Aula Kantor. Usai kegiatan outdoor, rangkaian acara berlanjut ke Aula Kantor Kemenhaj Soppeng. Agenda ini diisi dengan sesi sosialisasi mendalam yang menghadirkan unsur tim pemeriksa kesehatan serta perwakilan jemaah haji untuk memperkuat pemahaman teknis terkait manajemen kesehatan mandiri selama menjalankan ibadah.

Musriadi menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata para calon jemaah haji di lapangan. Menurutnya, ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan spiritual dan pemahaman tata cara ibadah (manasik), tetapi juga membutuhkan fisik yang kuat dan stamina yang prima untuk menghadapi dinamika cuaca serta aktivitas padat di Tanah Suci.

​”Selama ini manasik haji dan pemeriksaan kesehatan sering kali berjalan secara terpisah. Melalui konsep outbound outdoor ini, kami menyatukan keduanya dalam satu kegiatan interaktif yang menyenangkan sekaligus melatih ketahanan fisik, simulasi pergerakan jemaah, serta kerja sama tim antarjemaah,” papar Dr. H. Musriadi. Jumat (21/08/2026).

​Lebih lanjut, Musriadi menegaskan bahwa penyusunan silabus dan materi outbound ini digarap secara serius oleh tim gabungan Kemenhaj dan Dinkes Soppeng. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai acara seremonial satu kali, melainkan sebagai program edukasi kesehatan dan ketahanan fisik yang berkelanjutan hingga keberangkatan jemaah.

Melalui integrasi antara kesiapan ibadah dan ketahanan fisik ini, Kabupaten Soppeng optimis dapat melahirkan jemaah haji yang tak hanya paham rukun ibadah, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang prima. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi acuan (benchmark) baru bagi daerah lain di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!