DaerahNasionalPolitik

Adu Mekanik Rasa, Menu Otentik Soppeng Sukses Curi Perhatian Juri

128
×

Adu Mekanik Rasa, Menu Otentik Soppeng Sukses Curi Perhatian Juri

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Suasana riuh dan aroma harum rempah langsung menyengat saat memasuki area Halaman Sekretariat DPD PDI Perjuangan Sulsel, Jalan Gunung Bawakaraeng. Makassar. Sabtu (4/7/2026).

Ratusan kader dan simpatisan banteng moncong putih berkumpul, bukan untuk rapat konsolidasi politik, melainkan untuk “adu mekanik” meracik bumbu dapur.

Momen unik ini tersaji dalam Lomba Memasak Sajian Nusantara. Acara ini menjadi salah satu agenda utama dalam memperingati Haul Bapak Proklamator, Ir. Soekarno (Bung Karno).

Kegiatan tersebut dibuka oleh ketua panitia pelaksana kegiatan Rudy Pieter Goni (RPG) yang mewakili Ketua DPD PDI Perjuangan Sulsel.

Dalam sambutannya Rudy menegaskan bahwa festival kuliner ini mengusung konsep Mustika Rasa sebagai upaya melestarikan tradisi dan budaya memasak khas Indonesia sebagaimana diwariskan para pendiri bangsa.

Menariknya, menu-menu yang dilombakan wajib merujuk atau terinspirasi dari Mustika Rasa—buku dokumentasi resep kuliner nusantara setebal lebih dari 1.000 halaman yang diinisiasi langsung oleh Bung Karno pada tahun 1960-an untuk menjaga kedaulatan pangan bangsa.

Layaknya Chef Profesional, Tim dari DPC PDI Perjuangan Soppeng sendiri tampil memukau dengan menyajikan Nasi Goreng Ikan Asin dan Kapurung. Kecepatan memotong bumbu, kreativitas penyajian hingga ketepatan rasa menjadi penentu dalam kompetisi yang berlangsung sengit namun penuh tawa ini.

Pemandangan merah menyala dari seragam para peserta yang berpadu dengan celemek masak menciptakan atmosfer yang unik. Lomba ini tidak hanya menguji kekompakan tim, tetapi juga menjadi ajang transfer pengetahuan kuliner tradisional kepada generasi muda yang hadir.

Melalui festival kuliner dan lomba masak ini, DPC PDI Perjuangan  Soppeng ingin mengirimkan pesan kuat dari Bumi Latemmamala bahwa, ketahanan pangan sejati dimulai dari dapur-dapur masyarakat yang mencintai produk negerinya sendiri.

Acara kemudian ditutup dengan makan bersama seluruh hasil masakan para peserta, sebuah tradisi “megengan” atau makan berjamaah yang mencerminkan semangat gotong royong ala Bung Karno.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!