WARTASULSELNEWS.COM – Sebuah momentum bersejarah baru saja terukir seiring dengan diserahkannya rekomendasi resmi perubahan status Mushallah Muhammadiyah Nurul Amin Attang Benteng menjadi Masjid Muhammadiyah Nurul Amin Attang Benteng, Kelurahan Jennae, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng. Jumat (3/7).
Perubahan status ini bukan sekadar pergantian nama papan nama semata, melainkan simbol dari bertumbuhnya syiar Islam dan semakin makmurnya jemaah di kawasan tersebut.
Selama ini, Mushallah Nurul Amin telah menjadi pusat kegiatan ibadah bagi warga sekitar. Namun, seiring dengan melonjaknya jumlah jemaah dan tingginya aspirasi masyarakat yang mendambakan hadirnya tempat salat Jumat yang lebih representatif, langkah besar ini akhirnya diambil.
Prosesi penyerahan rekomendasi ini dihadiri oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Soppeng, Dr. Muhammad Yunus, Sekretaris FKUB, Ahmad Wardiman, Kepala KUA Kecamatan Liliriaja, Akhlidin, Plt Lurah Jennae, jajaran pimpinan Muhammadiyah setempat, tokoh masyarakat, serta warga yang tampak antusias menyaksikan tonggak sejarah baru ini.
Kasi Bimas Islam Kemenag Soppeng, Dr Muhammad Yunus dalam arahannya menekankan bahwa, perubahan status dari mushallah menjadi masjid bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijaga bersama.
Ia juga menambahkan agar Masjid Nurul Amin dapat menjadi pusat moderasi beragama, merangkul seluruh lapisan masyarakat, serta melahirkan program-program kemaslahatan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga sekitar masjid.
Bagi masyarakat Attang Benteng, peningkatan status ini adalah jawaban atas kerinduan yang sudah lama dinanti. Mulai pekan ini, jemaah sudah dapat melaksanakan ibadah Salat Jumat secara mandiri tanpa harus menempuh jarak jauh ke lingkungan sebelah.
Dengan legalitas yang kini telah di tangan, Masjid Muhammadiyah Nurul Amin Attang Benteng siap melangkah menjadi salah satu pilar peradaban Islam yang ramah, mandiri, dan mencerahkan di wilayah Benteng.














