News

MAN 1 Soppeng Sosialisasikan Gerakan Barisan Sipakainge Berbasis Ekoteologi

361
×

MAN 1 Soppeng Sosialisasikan Gerakan Barisan Sipakainge Berbasis Ekoteologi

Share this article

SOPPENG – Menindaklanjuti rapat koordinasi daring Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., langsung bergerak cepat. Ia menggelar rapat koordinasi bersama seluruh guru dan pegawai di lingkungan madrasah pada Jumat (30/10/2026) guna mensosialisasikan sekaligus mengonsolidasikan gerakan BARISAN SIPAKAINGE.

Gerakan ini merupakan komitmen nyata madrasah dalam menerjemahkan arahan pimpinan Kanwil Kemenag Sulsel ke dalam aksi konkret di satuan pendidikan.

Dalam arahannya, Dr. Musmuliadi menjelaskan bahwa BARISAN merupakan akronim dari Bersih, Asri, Rindang, Indah, Sehat, Aman, dan Nyaman. Sementara itu, SIPAKAINGE diambil dari filosofi kearifan lokal Bugis yang berarti saling mengingatkan.
​Perpaduan keduanya menyuarakan pesan kuat bahwa menciptakan lingkungan pendidikan berkualitas bukanlah tugas segelintir pihak semata.

“Ini adalah tanggung jawab kolektif seluruh warga madrasah. Setiap individu harus mengambil peran, menjadi teladan, dan tidak segan saling mengingatkan dalam kebaikan dengan santun dan penuh kepedulian,” ujar Musmuliadi.

Sosialisasi program ini di MAN 1 Soppeng diyakini tidak menemui hambatan berarti. Madrasah ini telah memiliki fondasi kuat dalam membangun budaya lingkungan sehat dan ramah anak.

​Rekam jejak prestasi lingkungan MAN 1 Soppeng tercatat konsisten dari tahun ke tahun:

– ​2017: Ditetapkan sebagai Sekolah Sehat Nasional.
– ​2018: Meraih penghargaan sebagai Sekolah Ramah Anak Terbaik Nasional.
– ​2021: Berhasil mencapai Standarisasi Satuan Pendidikan Ramah Anak.
– ​2025: Memperoleh anugerah bergengsi sebagai Sekolah Adiwiyata.

Melalui pencapaian tersebut, BARISAN SIPAKAINGE dipandang bukan sebagai program baru yang dimulai dari nol, melainkan momentum strategis untuk memperluas dan meningkatkan kualitas program lingkungan yang sudah berjalan.

Lebih jauh, Kepala MAN 1 Soppeng menegaskan bahwa gerakan ini digerakkan oleh ruh ekoteologi—sebuah pendekatan yang memadukan nilai keimanan dengan tanggung jawab melestarikan alam.
​
​”Peserta didik tidak cukup hanya diajarkan teori tentang alam, tetapi harus dibiasakan mempraktikkannya. Membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan masjid hingga kelas adalah cerminan karakter seorang Muslim yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Menutup arahannya, Musmuliadi berpesan agar seluruh elemen madrasah menjadikan gerakan ini sebagai budaya sehari-hari.

​“BARISAN SIPAKAINGE harus menjadi budaya, dan ekoteologi menjadi ruh yang menggerakkan kepedulian kita. Menjaga alam adalah amanah, merawat lingkungan adalah ibadah, dan saling mengingatkan adalah tradisi,“ tegasnya.

​Melalui langkah ini, MAN 1 Soppeng terus berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan keagamaan, tetapi juga saleh secara sosial dan ekologis: Ekoteologi dalam Aksi, Keimanan dalam Kepedulian, Alam dalam Perlindungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!