News

Gelorakan Syiar Islam, KUA Donri-donri Gelar Dzuhur Mengaji dan Monitoring Penyuluh

23
×

Gelorakan Syiar Islam, KUA Donri-donri Gelar Dzuhur Mengaji dan Monitoring Penyuluh

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Suasana religius dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Al-Zam-zam, Desa Donri-donri, Kecamatan Donri-donri, Selasa (6/10/2026). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Donri-donri menggelar kegiatan Dzuhur Mengaji yang dirangkaikan dengan Monitoring Program Penyuluh Agama Islam se-Kecamatan Donri-donri.

​Kegiatan diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an melalui tradisi tadarus bersama yang dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Donri-donri, KM. Basri Bas., S.Pd. Gema ayat suci tersebut menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan bagi seluruh jamaah yang memadati area masjid.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Soppeng, H. Afdal, S.Ag., M.M., Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kemenag Soppeng, Dr. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Pd., para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Donri-donri, Pengurus Masjid Al-Zam-zam, serta puluhan perwakilan kelompok binaan penyuluh se-Kecamatan Donri-donri.

​Dalam laporannya, Kepala KUA Kecamatan Donri-donri, H. Hadenus, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa penyatuan langkah seluruh penyuluh menjadi kunci utama dalam menghidupkan syiar keagamaan di tengah masyarakat.

​”Melalui gabungan penyuluh se-Kecamatan Donri-donri ini, kita bisa melihat langsung dan memantau kegiatan keagamaan di wilayah Donri-donri agar berjalan optimal serta memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat,” ujar H. Hadenus.

​Kegiatan ini makin berkesan dengan hadirnya Kakan Kemenag Soppeng, H. Afdal, S.Ag., M.M., yang memberikan sambutan sekaligus tausiyah mendalam. Dalam ceramahnya, beliau memaparkan napak tilas sejarah perjuangan para Sahabat Nabi Muhammad SAW, termasuk kisah kepedulian sosial luar biasa yang ditunjukkan oleh Abu Suraim dan Abu Tholha, serta peran strategis majelis taklim dari masa ke masa.

​”Majelis taklim bukan sekadar tempat berkumpul untuk mengaji, melainkan benteng pertahanan moral umat dan pusat pemberdayaan masyarakat. Kalau kita menengok sejarah, keteladanan kepedulian sosial seperti yang ditunjukkan Sahabat Nabi seperti Abu Suraim dan Abu Tholha menjadi bukti bagaimana kedermawanan dan kebersamaan umat dibangun sejak awal Islam,” ungkap H. Afdal dalam tausiyahnya.

​Selain menekankan aspek keagamaan, H. Afdal juga mendorong kelompok binaan dan majelis taklim untuk terus bertransformasi menuju kemandirian, tertib administrasi, serta aktif melakukan fungsi advokasi di tengah masyarakat, terlebih dengan adanya pengawalan berkelanjutan dari para penyuluh.

​”Kelompok binaan kita harapkan bisa mandiri, tertib secara administrasi, serta mampu menjalankan fungsi advokasi bagi jamaahnya. Hal ini sangat penting mengingat setiap dinamika dan perkembangan kegiatan keagamaan di lapangan terus dipantau dan didampingi secara langsung oleh para Penyuluh Agama,” tegasnya.

​Di akhir tausiyahnya, H. Afdal menegaskan bahwa majelis taklim bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang gender maupun usia.

​”Bermajelis taklim itu bukan hanya untuk kaum perempuan, kaum laki-laki juga sangat boleh bergabung. Begitu pula dari segi usia, majelis taklim tidak hanya didominasi lansia, tetapi anak-anak dan generasi muda juga sangat boleh ikut di dalamnya,” pesan H. Afdal menutup tausiyahnya.

​Ia pun mengapresiasi tinggi kolaborasi dan inovasi kegiatan yang digagas oleh KUA Donri-donri bersama jajaran Bimas Islam dan para penyuluh agama di lapangan.

​”Saya sangat mengapresiasi terobosan kegiatan Dzuhur Mengaji ini. Melalui peran aktif para penyuluh dan kebersamaan di majelis taklim, kita ingin memastikan syiar Islam di Kabupaten Soppeng, khususnya di Kecamatan Donri-donri, terus menyebarkan ketenangan, mempererat silaturahmi, serta membawa manfaat yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkas Kakan Kemenag Soppeng.

Melalui kegiatan terpadu ini, KUA Kecamatan Donri-donri berharap sinergi antara Kemenag Soppeng, pengurus masjid, para penyuluh, dan kelompok binaan masyarakat terus terjalin erat demi mewujudkan kehidupan masyarakat Donri-donri yang semakin religius, harmonis, dan berkemajuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!