DaerahEdukasiKemenagNasionalRagam

Tenaga Ahli Kemenag RI Bedah Isu Hukum hingga Ekoteologi di Kemenag Soppeng

312
×

Tenaga Ahli Kemenag RI Bedah Isu Hukum hingga Ekoteologi di Kemenag Soppeng

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng menggelar kegiatan Sosialisasi Kebijakan Kementerian Agama RI yang berfokus pada bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Kerukunan Umat Beragama, Cinta Kemanusiaan, serta Ekoteologi. Acara ini berlangsung penuh khidmat di Halaman Kantor Kemenag Soppeng pada Jumat (4/9/2026).

Kegiatan strategis ini menghadirkan Tenaga Ahli Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Andi Salman Maggalatung, S.H., M.H., sebagai narasumber utama untuk memberikan penguatan kapasitas dan wawasan keagamaan yang berwawasan lingkungan serta berkeadilan.

​Acara ini dihadiri jajaran pejabat dan tokoh penting di lingkungan Kemenag Kabupaten Soppeng, di antaranya: ​Kasubag TU Kemenag Soppeng, ​Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) bersama jajarannya, Para Kepala Seksi, Kepala KUA, para Kepala Madrasah, RA, MI, MTs, MA dan ​Tokoh Lintas Agama se-Kabupaten Soppeng.

Dalam pengantarnya, Kepala Kantor Kemenag Soppeng, H. Afdal, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kesediaan Tenaga Ahli Kemenag RI hadir langsung memberikan arahan.

​”Sosialisasi ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat pemahaman ASN Kemenag dan tokoh masyarakat mengenai pentingnya penegakan hukum, perlindungan HAM, serta penguatan kerukunan umat beragama. Lebih dari itu, konsep cinta kemanulsaan dan ekoteologi yakni kesadaran menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab iman harus menjadi spirit bersama dalam kehidupan bermasyarakat di Soppeng,” ujar H. Afdal.

Sementara itu dalam sesi pemaparan materinya, Prof. Dr. H. Andi Salman Maggalatung, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kebijakan Kemenag RI terus diarahkan untuk membangun landasan hukum yang berkeadilan dan berperspektif HAM.

Selain itu, ia juga menggarisbawahi pentingnya penerapan konsep Ekoteologi di tengah masyarakat.

​”Nilai-nilai keagamaan harus berpihak pada kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan. Agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia, tetapi juga menegaskan kewajiban moral manusia untuk merawat dan melestarikan alam sekitar,” jelas Prof. Andi Salman dalam pemaparannya.

Sebagai Tenaga Ahli, Andi Salman menekankan bahwa regulasi hukum dan nilai-nilai keagamaan harus berjalan selaras untuk menjamin kesetaraan dan perlindungan hak-hak asasi setiap warga negara tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.

Pria kelahiran 3 Maret 1954 ini juga menyampaikan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan terciptanya sinergi aktif dan kerja sama antarumat beragama dalam menjaga toleransi dan membangun daerah.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan Ekoteologi yakni mengintegrasikan ajaran agama dengan kesadaran menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.

​”Agama tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah) dan hubungan sesama manusia (hablum minannas), tetapi juga hubungan manusia dengan alam lingkungan (hablum minal ‘alam). Merusak alam berarti mencederai amanah keagamaan dan merugikan kemanusiaan,” tegas Prof. Andi Salman.

​Melalui agenda sosialisasi ini, Kemenag Soppeng berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan antarumat beragama sekaligus mengedukasi masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan berbasis kepedulian kemanusiaan.

Gagasan dan arahan yang disampaikan narasumber mendapat respon hangat dari peserta. Para tokoh lintas agama dan jajaran penyuluh agama IPARI Soppeng menyambut positif gagasan ekoteologi tersebut.

Mereka bertekad untuk menyosialisasikan dan menyelipkan pesan-pesan kelestarian lingkungan serta persatuan dalam setiap mimbar ceramah, kegiatan penyuluhan, maupun acara keagamaan di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, keharmonisan Kabupaten Soppeng, serta kelestarian alam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!