News

Mahkota Cahaya di Sepertiga Malam, Dua Santri Imam Hafs Tuntaskan 30 Juz

155
×

Mahkota Cahaya di Sepertiga Malam, Dua Santri Imam Hafs Tuntaskan 30 Juz

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Suasana khidmat di Aula Kantor Camat Lalabata Kabupaten Soppeng seketika pecah menjadi haru biru. Selasa (7/7/2026). Tidak ada kata-kata yang mampu terucap dari bibir dua santri muda, Muh. Rifqi Mukhtarullah anak dari Ridwan, dan Herlina asal Malaka, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata dan Naufal Amil Rizqi anak dari Amiruddin dan ST. Karhana, asal Medde, Desa Patampanua, Kecamatan Marioriawa, selain isak tangis yang tumpah tak terbendung. Hari itu menjadi saksi sejarah hidup mereka setoran ayat terakhir, penanda tuntasnya hafalan 30 juz Al-Qur’an.

Lantunan surah An-Nas yang dibawakan dengan suara bergetar oleh keduanya menjadi gong penutup perjuangan panjang selama 4 Tahun 9 Bulan (Muh. Rifqi Mukhtarullah) dan (Naufal Amil Risqi) 5 Tahun 10 bulan. Begitu ayat terakhir selesai dibacakan, sujud syukur pun langsung dilakukan.

Menghafal 30 juz kalam ilahi bukanlah perkara mudah. Di balik air mata bahagia yang tumpah hari ini, ada ribuan jam yang dihabiskan untuk melawan kantuk di sepertiga malam, menahan lelah saat santri lain terlelap, dan mengulang (murajaah) ribuan ayat demi menjaga kesucian hafalan.

Momen paling menyentuh terjadi saat kedua santri ini bersimpuh di kaki orang tua mereka yang sengaja dihadirkan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Suasan kian syahdu saat bait-bait doa dipanjatkan, memohon agar hafalan ini menjadi “mahkota cahaya” yang kelak akan dipasangkan di kepala kedua orang tua mereka di akhirat.

Sang ibu, yang tak kuasa menahan tangis, terus memeluk erat putranya seolah tidak percaya bahwa anak yang dulunya sering dimarahi karena malas mengaji, kini telah menjelma menjadi seorang Hafiz Al-Qur’an.

Keberhasilan Muh. Rifqi Mukhtarullah dan Naufal Amil Rizqi ini tidak hanya menjadi kebahagiaan keluarga, tetapi juga menyuntikkan energi baru bagi ratusan puluhan santri lain di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an AL- Imam Hafs Soppeng yang masih berjuang. Gema takbir dan pelukan hangat dari sesama santri mengiringi langkah kedua “penjaga Al-Qur’an” baru ini.

Sebuah pembuktian nyata, bahwa di era digital yang penuh distraksi ini, gema Al-Qur’an masih merajai hati para pemuda pilihan.

Pemerintah Kabupaten Soppeng pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya. ​”Anak-anak kita hari ini telah membangun fondasi yang kokoh untuk kehidupan di masa depan. Terima kasih kepada PPTQ Al-Imam Hafsh yang telah melahirkan generasi-generasi Qur’ani yang unggul,” tutur Wakil Bupati Soppeng.

Anregurutta KH. Nurdin Maratang juga berpesan agar para santri menjadi Hamalatul Qur’an—bukan cuma menjaga hafalan yang kuat dengan tajwid yang benar, tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Perjuangan Muh. Rifqi Mukhtarullah dan Naufal Amil Risqi membuktikan bahwa menjadi keren di era modern tidak harus ikut-ikutan tren yang melalaikan. Dengan Al-Qur’an di dada, kedua remaja ini justru berhasil menjadi inspirasi nyata bahwa anak muda juga bisa punya prestasi yang menembus langit.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!