WARTASULSELNEWS.COM – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng, Dr. H. Musriadi S. Ag., MH., mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Retret Tahun 2026 yang diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Agenda krusial yang mempertemukan seluruh pimpinan Kemenhaj se-Indonesia ini dibuka langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, dan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni 3 hingga 7 Juli 2026.
Forum ini menjadi ruang strategis untuk membedah secara menyeluruh pelaksanaan ibadah haji Tahun 1447 H / 2026 M. Selain sebagai wadah evaluasi total, Rakernas ini juga dirancang untuk merumuskan lompatan inovasi demi mendongkrak kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.
Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memetakan capaian, mengurai tantangan di lapangan, dan menyusun strategi perbaikan yang konkret.
“Rakernas ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ini adalah ruang bersama untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan haji yang semakin berkualitas, profesional, akuntabel, dan berpusat pada jemaah. Setiap dinamika di lapangan wajib menjadi rapor evaluasi agar penyelenggaraan ke depan jauh lebih baik,” ujar Menteri Irfan Yusuf.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai agenda, mulai dari evaluasi teknis penyelenggaraan ibadah haji, pembahasan kebijakan strategis, penguatan tata kelola kelembagaan, hingga kegiatan retret yang bertujuan membangun kepemimpinan, integritas, dan semangat kolaborasi di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah.
Menariknya, Rakernas kali ini juga dipadukan dengan kegiatan retret khusus. Sesi ini difokuskan pada penguatan karakter kepemimpinan, integritas, serta pembangunan kemitraan dan kolaborasi yang solid di internal Kementerian Haji dan Umrah.
Di sela-sela kegiatan, Kepala Kantor Kemenhaj Soppeng, Dr. H. Musriadi, di Konfirmasi menyampaikan pandangannya terkait urgensi Rakernas ini. Menurutnya, evaluasi total dari pusat hingga daerah adalah kunci utama untuk melahirkan perbaikan yang berdampak langsung pada jemaah, khususnya di Kabupaten Soppeng.
“Kami di daerah berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya transformasi pelayanan haji ini. Melalui Rakernas dan retret ini, kami tidak hanya mengevaluasi apa yang kurang, tetapi juga menyerap berbagai inovasi regulasi dan teknologi yang akan diterapkan pada musim haji berikutnya,” ungkap Dr. H. Musriadi.
Lebih lanjut, peraih gelar Doktor ini menambahkan bahwa dinamika pelayanan di lapangan—mulai dari tahap manasik, pemberangkatan, hingga pelayanan di Tanah Suci—harus terus dimutakhirkan agar semakin ramah lansia dan responsif terhadap kebutuhan jemaah.
”Catatan-catatan penting dari pelaksanaan Haji 1447 H akan kami bawa pulang ke Soppeng sebagai bahan penguatan internal. Target kita jelas memastikan calon jemaah haji asal Soppeng mendapatkan hak pelayanan terbaik, pembinaan yang matang, serta perlindungan yang maksimal sejak dari tanah air hingga kembali nanti,” tegasnya.
Kehadiran Dr. H. Musriadi dalam forum ini menegaskan komitmen Kemenhaj Soppeng untuk terus bersinergi dengan kebijakan pusat, memastikan potret evaluasi dari daerah tersampaikan, dan membawa pulang formula terbaik demi peningkatan layanan bagi calon jemaah haji asal Kabupaten Soppeng di masa depan














