DaerahEdukasiRagam

Larut dalam Khidmat, Ketua DPRD Soppeng Ikuti Prosesi Sakral Mattompang Arajang

180
×

Larut dalam Khidmat, Ketua DPRD Soppeng Ikuti Prosesi Sakral Mattompang Arajang

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Suasana khidmat dan sakral menyelimuti area Pameran Pusaka Soppeng Expo Malaka pada Kamis (25/6/2026) malam.

Di bawah pendar lampu dan keheningan yang magis, Ketua DPRD Kabupaten Soppeng, Andi Muhammad Farid (AMF) hadir dan mengikuti langsung prosesi adat Mattompang Arajang, sebuah ritual pencucian benda-benda pusaka peninggalan kerajaan kuno Soppeng.

Mattompang Arajang bukanlah sekadar rutinitas tahunan. Ritual ini merupakan warisan turun-temurun yang sarat akan nilai religius, spiritual, dan filosofis tinggi bagi masyarakat Bumi Latemmamala.

Sepanjang prosesi berlangsung, Andi Muhammad Farid tampak larut dalam suasana riuh yang hening. Gerakannya yang takzim mencerminkan penghormatan mendalam dan kedekatan batin terhadap benda-benda pusaka yang menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu Kabupaten Soppeng.

Bagi Andi Farid, ritual ini melampaui batas seremonial belaka. Ada tanggung jawab moral besar yang dipikul oleh generasi hari ini untuk menjaga marwah leluhur.

​”Mattompang Arajang adalah pengingat bagi kita semua, khususnya saya pribadi, tentang amanah besar dalam menjaga eksistensi budaya daerah,” ujar Andi Farid dengan nada penuh takzim setelah prosesi selesai.

Di tengah gempuran modernisasi, Ketua DPRD Soppeng ini menekankan pentingnya keberlanjutan regenerasi yang tetap berpijak teguh pada jati diri budaya lokal. Menghidupkan kembali tradisi di tengah perkembangan zaman dinilainya sebagai langkah strategis untuk membentengi karakter dan identitas daerah agar tidak tergerus waktu.

​ia juga mematahkan stigma bahwa merawat masa lalu adalah bentuk ketertinggalan. Justru, dari sanalah fondasi masa depan dibangun.

“Menjaga tradisi bukanlah sebuah bentuk kemunduran. Ini adalah cara untuk memastikan bahwa budaya dan nilai-nilai luhur para pendahulu kita tetap hidup dan harus dijaga,” tegas Andi Farid menutup kalimatnya.

​Kehadiran tokoh penting daerah dalam ritual Mattompang Arajang ini menjadi simbol kuat bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga legislatif, dan adat budaya di Kabupaten Soppeng masih terikat erat demi menjaga warisan peradaban.







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!