WARTASULSELNEWS. COM – Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Soppeng mengecam dan mengutuk keras aksi penyerangan yang menimpa seorang imam masjid Taqwa Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng.
Tindakan tersebut dinilai sebagai perbuatan keji yang melukai sekaligus mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.
Ketua Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Soppeng, H. Andi Muhammad Darwis menegaskan bahwa, masjid seharusnya menjadi tempat yang paling aman dan damai bagi umat Islam untuk beribadah. Oleh karena itu, segala bentuk intimidasi, kekerasan, maupun ancaman fisik terhadap perangkat masjid terutama imam tidak dapat ditoleransi dengan alasan apa pun.
“Imam masjid adalah figur yang dihormati dan memimpin jalannya ibadah umat. Penyerangan terhadap mereka bukan hanya melukai fisik, tetapi juga mencederai rasa aman umat dalam beribadah, ” ujar Andi Muh. Darwis. Kamis (11/6/2026).
Melalui kesempatan yang mulia ini, kami Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Soppeng mengutuk tindakan kekerasan tersebut.
“Kami Mengecam segala bentuk aksi anarkis dan penyerangan fisik terhadap pemuka agama, khususnya imam masjid yang sedang menjalankan tugas mulia. Kami juga meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas motif di balik penyerangan ini dan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku demi memberikan efek jera, ” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh umat Islam agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwenang.
Sebelumnya, diberitakan Imam Masjid Taqwa Kecamatan Ganra bernama H. Najamuddin, Lc menjadi korban pengancaman menggunakan senjata tajam oleh seorang pria berinisial S, usai melaksanakan sholat Isya pada Selasa malam, 10 Juni 2026 sekitar pukul 19.45 WITA.
Peristiwa tersebut bermula saat korban berangkat ke masjid sekitar pukul 19.15 WITA untuk menunaikan sholat Isya. Tak lama kemudian, korban diketahui sempat melihat sekelompok orang yang berjumlah empat orang sedang mengonsumsi minuman keras tidak jauh dari rumah terduga pelaku.
Usai melaksanakan sholat Isya, saat korban kembali menuju rumahnya, ia dihadang oleh terduga pelaku yang sebelumnya berada di lokasi pesta minuman keras tersebut.


















