Daerah

SIMAK Desak Pemkab Soppeng Tutup Sementara Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan

870
×

SIMAK Desak Pemkab Soppeng Tutup Sementara Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Sentra Informasi Masyarakat (SIMAK) mendesak Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk segera menutup sementara seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Soppeng.

SIMAK menilai, keberadaan tempat hiburan malam yang tetap beroperasi menjelang dan selama Ramadan berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa serta menimbulkan keresahan sosial di tengah masyarakat.

Dalam pernyataannya, Devisi Monitoring LSM SIMAK, Hendra menegaskan bahwa, langkah penutupan sementara bukanlah bentuk pembatasan usaha secara permanen, melainkan wujud penghormatan terhadap nilai-nilai religius dan kearifan lokal masyarakat Soppeng yang mayoritas beragama Islam.

“Kami mendesak Pemerintah Daerah beserta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengeluarkan surat edaran atau keputusan resmi terkait penutupan sementara seluruh tempat hiburan malam selama bulan Ramadan. Pemerintah tidak boleh bersikap ragu,” tegas Hendra dalam pernyataan resminya yang diterima Redaksi Wartasulselnews.com. Kamis (19/2/2026).

SIMAK juga mengingatkan bahwa Pemerintah Daerah memiliki kewenangan penuh berdasarkan regulasi tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, termasuk pengaturan jam operasional hingga penutupan sementara usaha hiburan dalam situasi tertentu. .

Langkah ini, menurut Hendra, juga telah menjadi kebijakan rutin di banyak daerah di Indonesia setiap memasuki bulan suci Ramadan.

Selain demi menjaga suasana religius, ia menilai penutupan sementara THM juga penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti peredaran minuman keras, keributan, hingga konflik sosial yang rawan terjadi pada malam hari.

“Ramadhan adalah bulan suci. Pemerintah harus menunjukkan keberpihakannya kepada kepentingan masyarakat luas dan menjaga marwah daerah,” tutup Hendra dalam pernyataannya.

Kini, masyarakat Soppeng menunggu respons resmi dari Pemerintah Daerah. Keputusan yang diambil akan menjadi indikator komitmen pemerintah dalam menjaga harmoni sosial dan nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Soppeng. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!