WARTASULSELNEWS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Sulawesi Selatan. Yoga Saputra, alumni Ponpes Yasrib yang kini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum di UIN Alauddin Makassar, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Esai Ilmiah Nasional yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar.
Pengumuman pemenang dilaksanakan langsung di Jakarta pada Jumat (13/2/2026).
Kompetisi tersebut diikuti oleh 201 peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Tahapan lomba dimulai pada 31 Januari 2026.
Pada 10 Februari 2026 Yoga dinyatakan lolos sebagai finalis 20 besar dan berhak mengikuti tahap presentasi gagasan di hadapan dewan juri nasional. Setelah melalui proses seleksi yang ketat dan kompetitif, pada 13 Februari ia resmi diumumkan sebagai Juara 1 tingkat nasional.
Dalam esainya yang berjudul From Thread to Bill, Yoga mengusung gagasan inovatif mengenai transformasi diskursus digital anak muda menjadi produk kebijakan publik. Ia menyoroti fenomena viralitas di media sosial yang kerap berhenti sebagai percakapan tanpa keberlanjutan dalam proses legislasi formal.
Melalui konsep tersebut, ia menawarkan sebuah desain kelembagaan yang sistematis untuk menangkap, mengkurasi, dan mengolah aspirasi digital menjadi rancangan kebijakan yang terstruktur serta dapat diproses dalam mekanisme resmi pembentukan peraturan.
Dewan juri menilai gagasan tersebut visioner dan relevan dengan perkembangan demokrasi digital di Indonesia. Selain memiliki kebaruan konseptual, esai tersebut juga dinilai menunjukkan kedalaman analisis hukum dan kebijakan yang komprehensif.
Mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut, Yoga menyampaikan bahwa kemenangan ini bukan sekadar prestasi personal, melainkan wujud tanggung jawab intelektual generasi muda dalam merespons dinamika demokrasi kontemporer.
“Saya melihat begitu banyak gagasan cemerlang anak muda di media sosial yang berhenti sebagai tren sesaat. From Thread to Bill lahir dari kegelisahan itu. Kita membutuhkan jembatan yang konkret agar diskursus digital tidak hanya viral, tetapi juga bertransformasi menjadi kebijakan yang berdampak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses seleksi yang diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga.
“Kompetisi ini mengajarkan bahwa gagasan yang kuat harus ditopang oleh riset yang mendalam, argumentasi hukum yang kokoh, serta kesiapan mempertahankan ide di ruang akademik. Ini adalah proses pembelajaran intelektual yang luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Hukum Tatanegara, Dr. H. Andi Muhammad Akmal, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut.
Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu berkompetisi dan berkontribusi di level nasional sekaligus mengharumkan nama institusi.
“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi Jurusan Hukum Tatanegara (Siyasah Syar’iyyah) dan menjadi bukti bahwa mahasiswa kami mampu berkompetisi serta berkontribusi pada level nasional. Capaian ini juga mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan penelitian melalui penulisan ilmiah. Mengingat ananda Yoga masih berada pada semester tiga, kami optimistis potensi akademiknya masih sangat terbuka untuk terus dikembangkan,” ungkapnya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para santri dan mahasiswa lainnya untuk terus menghadirkan gagasan yang solutif, inovatif, serta relevan dengan tantangan zaman. Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas kontribusi generasi pesantren dalam ruang akademik dan diskursus kebijakan publik di tingkat nasional. (Aa)















