WARTASULSELNEWS.COM – Santri Ponpes Tahfidz Qur’an AL- Imam Hafsh Kabupaten Soppeng mengikuti pelatihan public speaking guna mengasah kemampuan berkomunikasi dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan dakwah di Bulan Ramadan.
Kegiatan tersebut diisi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lalabata, Aszriana AB. Rabu (11/2/2026).
Pelatihan public speaking ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang public speaking, melatih diri dalam mengungkapkan ide, menyampaikan presentasi, dan berdiskusi.
Dalam materinya, Aszriana yang wakil Ketua IPARI menjelaskan teknik berbicara didepan orang banyak.
Di katakan bahwa public speaking adalah kemampuan berkomunikasi secara efektif dan profesional dalam situasi formal maupun informal, khususnya saat berhadapan dengan masyarakat.
“Ada beberapa aspek dalam public speaking diantaranya, komunikasi verbal, bahasa tubuh, kemampuan mendengarkan, manajemen waktu, dan kemampuan beradaptasi,” ucap Aszriana.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, materi public speaking yang dibawakannya mudah dipahami. Ia bahkan mengajak beberapa santri laki-laki maju ke depan untuk praktik langsung menjadi MC atau moderator. Melalui praktik ini, peserta diajak membangun keberanian sekaligus memahami teknik berbicara di depan publik secara nyata.
Tak hanya soal berbicara. Dia juga menjelaskan teknik penggunaan mikrofon yang kerap luput dari perhatian. Ia memaparkan tiga jenis mikrofon yang umum digunakan dalam acara, yakni mikrofon berkabel, nirkabel, dan mikrofon podium.
Lebih lanjut, Aszriana menekankan pentingnya prinsip 3V sebagai kunci menjadi MC, Pertama, Visual, yang meliputi gestur, ekspresi wajah, kontak mata, dan bahasa tubuh. Kedua, Vokal, meliputi tone suara, intonasi, tempo, dan artikulasi. Ketiga, Verbal, yakni pemilihan kata dan struktur bahasa.
“Jangan sampai saat tampil tubuh bungkuk, tangan tidak terkontrol, mata menunduk, dan suara kurang jelas. Semua itu harus diperhatikan, ” tegasnya.















