WARTASULSELNEWS.COM – Ikatan Guru Raudhatul Atfhal (IGRA) Kabupaten Soppeng menghadiri kegiatan seminar Peaceful Parenting yang di laksanakan oleh IGTKI di Gedung Lapatau Watansoppeng. Selasa (25/11/2025).
Kegiatan tersebut bertemakan “Menjadi Guru dan Orang Tua Cerdas dengan Menstimulasi Motorik Anak Melalui Bermain, Bercerita, dan Berlagu” dan ini dihadiri lebih dari 900 peserta yang terdiri dari guru dan orang tua siswa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Soppeng.
Kehadiran Ketua IGRA bersama jajarannya menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Pasalnya jumlah sekolah dibawah naungan IGRA sebanyak 51 dan hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua IGRA Soppeng, Nilawati mengatakan, kolaborasi antara IGRA, IGTKI dan Himpaudi merupakan bentuk nyata dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Soppeng.
Ia berharap seminar ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik.
Sementara Ketua IGTKI Kabupaten Soppeng, Musdalifa, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru dan orang tua pentingnya stimulasi motorik pada anak usia dini.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang berbagi praktik baik dalam mendidik anak melalui pendekatan bermain, bercerita, dan berlagu.
Wanita berhijab ini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
“Semoga hasil seminar ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi cerdas, sehat, dan berkarakter melalui pendidikan anak usia dini yang berkualitas, serta memperkuat jejaring kemitraan PAUD di Kabupaten Soppeng,” ujarnya.
Selaras yang disampaikan Bupati Soppeng melalui Asisten Bidang Administrasi Umum, Andi Ibrahim Harta, ia memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan seminar yang untuk pertama kalinya menghadirkan narasumber dari Ceria Bocah Indonesia (CBI), Agus dari Yogyakarta.
Andi Ibrahim juga membagikan pengalaman pendidikan pribadinya yang menekankan pentingnya perhatian orang tua dalam keberhasilan anak. Ia mengingatkan para guru untuk tidak mudah memberikan penilaian negatif kepada siswa yang masih dalam proses belajar.
“Seperti halnya pisau yang terus diasah, Insyaallah akan tajam pada waktunya,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
























