HAB KEMENAG-IGRA
previous arrow
next arrow
News

Eks Menag Yaqut Dicekal, KPK Mulai Obok-obok Haji

254
×

Eks Menag Yaqut Dicekal, KPK Mulai Obok-obok Haji

Share this article

Eks Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas.

WARTASULSELNEWS.COM- Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi salah satu yang diperiksa di kasus korupsi kuota haji. Bahkan, lembaga antirasuah ini sudah mencekalnya ke luar negeri. Kamis (14/8/2025).

ADV
ADV

Alasannya? Karena mereka diduga terlibat dalam skandal kuota haji 2023–2024. Nilai dugaan kerugian negara, lebih dari Rp 1 triliun.

Persoalan haji di era Yaqut mulai diobok-obok anak buah Komjend Setyo Budiyanto. Investigasi ini seperti membuka kotak Pandora yang ternyata bukan berisi dosa, melainkan daftar travel umrah yang tiba-tiba bisa jual kuota haji layaknya jual voucher konser Coldplay. Ada Maktour, Uhud Tour, AMPHURI, Kesthuri, semuanya jadi seperti supermarket spiritual, hanya saja kasirnya pakai dasi, bukan sorban.

Biaya? Jangan tanya. Untuk haji reguler, cukup Rp 50–70 juta. Tapi kalau mau “haji VIP” alias khusus, cukup siapkan Rp 250–300 juta.

Calon jamaah yang sudah antre 15–20 tahun kini hanya bisa memandang layar ponsel sambil beristighfar panjang. “Katanya panggilan haji dari Allah. Kok yang datang duluan malah orang-orang punya koneksi?” tanya seorang bapak yang namanya sudah 18 kali masuk daftar tunggu tapi tetap kalah sama jamaah fast track yang akrab dengan pejabat.

Skandal ini seperti mengajarkan filosofi baru. Di negeri ini, suci pun bisa dijadikan komoditas. Haji tidak lagi sekadar perjalanan ruhani, tapi juga perjalanan finansial, perjalanan uang dari dompet jamaah ke kantong yang entah milik siapa.

Mungkin suatu hari nanti, buku fiqih akan menambah bab baru, “Rukun Haji Khusus” yang bunyinya: niat, wukuf di Arafah, thawaf, sa’i, dan terakhir, transfer uang ke rekening travel dengan bukti bayar yang sah.

Tapi ada pelajaran penting. Jangan pernah meremehkan kreativitas manusia dalam menemukan peluang, bahkan di ladang ibadah. Jika dulu orang berangkat haji demi surga, sekarang ada yang berangkat demi margin keuntungan. Di tengah semua ini, calon jamaah yang sudah tua, menabung sejak era BBM premium, hanya bisa menatap kalender dan bertanya, “Ya Allah, ini aku menunggumu atau menunggu giliran dikerjain lagi?”

Untuk para calon jamaah yang sedang menunggu, berita ini mungkin lebih menyakitkan dari ditolak visa. Karena kini mereka tahu, antrian panjang itu bukan hanya ujian kesabaran dari Allah, tapi juga dari para makhluk yang pandai mengubah ibadah suci menjadi bisnis eksklusif. Seperti biasa, yang menang bukan yang paling taat, tapi yang paling cepat… membayar.







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!