Foto. Kantor Diskominfo Soppeng.
WARTASULSELNEWS.COM – Saat pemerintah mendorong kebijakan efisiensi dan optimalisasi anggaran, justru Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Soppeng menggelontorkan dana ratusan juta rupiah untuk membeli berbagai barang mewah, termasuk sebuah iPhone dengan harga yang dinilai sangat fantastis.
Pembelian ini menuai sorotan, terutama karena dilakukan di tengah upaya efisiensi yang digaungkan pemerintah.
Melalui penelusuran pada laman resmi layanan pengadaan, terungkap total belanja Rp 208.347.000,00 yang dikeluarkan oleh Dinas Kominfo untuk kategori peralatan kantor dan publikasi humas.
Salah satunya belanja Handphone (diduga iPhone 14 Plus) dengan harga Rp. 24.686.400,00. Harga ini jauh melebihi harga pasar untuk iPhone 14 Plus, yang saat ini berada di kisaran belasan juta rupiah
Pembelian-pembelian ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Di tengah seruan efisiensi anggaran pemerintah daerah, pengeluaran yang terkesan boros ini dianggap tidak selaras dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Haerul yang juga pemerhati media sosial menyayangkan kebijakan tersebut, ia menilai bahwa anggaran yang di gelontorkan tidak mencerminkan prioritas kebutuhan terlebih ketika sebagian Media lokal yang bermitra dengan Pemkab Soppeng tidak dibayarkan haknya.
“Inilah bentuk diskriminatif yang pertontonkan oleh Diskominfo Soppeng, dia lebih memilih belanja barang mewah ketimbang membayar haknya teman-teman media yang sudah menjadi mitra,” ujar Haerul. Jumat (8/8/2025).
Menurutnya, kalau pun tidak mau bayar haknya teman-teman media. Lalu kenapa mesti menggelontorkan dana yang nilainya fantastis ditengah kebijakan efisiensi dan optimalisasi anggaran.
“Okelah kalau tidak mau bayar teman-teman media, tapi kenapa mesti menggelontorkan dana yang nilainya fantastis ditengah kebijakan efisiensi dan optimalisasi anggaran,” ujar Haerul.
Ia menyebut bahwa pengeluaran ini terkesan pemborosan dan dianggap tidak selaras dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Ia menuntut transparansi dari Dinas Kominfo Kabupaten Soppeng terkait spesifikasi dan urgensi dari setiap barang yang dibeli, serta alasan di balik harga yang tidak wajar tersebut.
Sementara itu, Kadis Kominfo Soppeng, Kanaruddin, yang dihubungi wartawan tidak memberikan jawaban hingga berita ini disiarkan.
























