MARIORIWAWO – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Soppeng berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Soppeng kembali menggelar Outbound Manasik Haji di Lapangan Hikmat Takkalala, Kecamatan Marioriwawo, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Soppeng pemberangkatan tahun 2027 dan dilaksanakan secara rutin setiap satu minggu sekali sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan para calon jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Inovasi tersebut dihadirkan untuk memperkuat kesiapan fisik, mental, sekaligus pemahaman ibadah jemaah melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan petugas kesehatan haji hingga petugas olahraga kesehatan puskesmas, jemaah dibimbing agar mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara mandiri dan optimal.
Kepala Kantor Kemenhaj Soppeng, Dr. H. Musriadi., S. Ag., MH., mengatakan, keberlanjutan program ini fokus pada dua aspek utama, yakni pemantapan tata cara ibadah dan penguatan kondisi kesehatan jemaah.
”Kami ingin memastikan jemaah tidak hanya mantap dalam memahami dan melaksanakan manasik ibadah, tetapi juga memiliki kesiapan fisik yang prima. Kriteria istitaah kesehatan harus terus terpelihara sejak masa persiapan, selama pelaksanaan di Tanah Suci, hingga jemaah kembali ke Tanah Air,” ujar Dr. H. Musriadi.
Rangkaian kegiatan setiap pekannya diawali dengan pemeriksaan kesehatan jemaah, dilanjutkan senam kebugaran, lalu ditutup dengan permainan edukatif (outbound) bertema unik.
Pada pertemuan awal, jemaah diajak mengikuti permainan bertema “Health Detective” untuk mengenali kondisi fisik masing-masing. Sementara pada pelaksanaan di Lapangan Hikmat Takkalala hari ini, jemaah tertantang dalam simulasi “Mission Bag” (Misi Tas Koper) untuk memilah barang bawaan yang paling penting dan efektif selama di Arab Saudi.
Untuk menambah antusiasme, setiap kelompok dinilai secara interaktif. Kelompok dengan poin terendah diberikan tantangan edukatif, seperti menghafalkan niat haji atau doa manasik. Metode ini terbukti ampuh membangun kerja sama tim, mempererat silaturahmi, serta mengasah kesiapan mental dan fisik jemaah menjelang keberangkatan.














