News

​Dari Sajadah ke Lapangan Hijau, Abdul Razak Sang Guard Kemenag FC

161
×

​Dari Sajadah ke Lapangan Hijau, Abdul Razak Sang Guard Kemenag FC

Share this article

GOWA – Lapangan hijau dan sajadah tempat beribadah merupakan dua dunia yang berbeda. Namun, bagi Abdul Razak S. Pabbaja, keduanya dapat berjalan berdampingan secara harmonis.

​Abdul Razak baru saja sukses mengantarkan timnya, KEMENAG FC, merenggut gelar juara turnamen Sulsel Cup 2026 di Lapangan Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2026).

​Di lapangan sepak bola, Razak mengemban peran sebagai stopper (bek tengah) posisi kunci yang menuntut kedisiplinan, keberanian, dan ketegasan tinggi dalam mematahkan serangan lawan.

Namun di luar lapangan, sosok kelahiran 16 Juli 1995 ini dikenal berhati lembut sebagai Penyuluh Agama Islam PPPK KUA Kecamatan Baranti, Sidrap, sekaligus Imam Rawatib Masjid Besar Nurut Tarbiyah Baranti.

​Tidak hanya itu, Razak juga merupakan qari langganan juara di panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Di antaranya, ia dipercaya menjadi delegasi Kementerian Agama RI pada MTQ Nasional KORPRI 2026 di Makassar, meraih Juara 1 MTQ Wajo 2024, Juara 2 MTQ Kota Makassar 2025, Juara 2 MTQ Wajo 2026, dan Harapan 2 MTQ Provinsi Sulawesi Selatan di Takalar 2024.

​Razak mengungkapkan bahwa keterampilannya membagi peran antara arena olah tubuh dan dakwah bertumpu pada kedisiplinan serta mentalitas yang ia pelajari dari kedua bidang tersebut.

​“Al-Qur’an dan sepak bola bagi saya sama-sama mengajarkan perjuangan. Membaca Al-Qur’an membutuhkan konsistensi, sementara sepak bola membutuhkan latihan, disiplin, dan kekompakan. Keduanya saling melengkapi,” ujar alumni IAI DDI Sidenreng Rappang tersebut.

​Ia menambahkan, keterlibatannya dalam olahraga bukan sekadar untuk mengejar trofi, melainkan sebagai media silaturahmi, menjaga kesehatan fisik, serta membawa nama baik instansi.

​Kini, setelah sejenak melepas sepatu bola dan merayakan kemenangan di Sulsel Cup 2026, Razak kembali pada rutinitas utamanya memimpin salat, mengajar jamaah, dan mengumandangkan ayat suci Al-Qur’an.

Ia membuktikan bahwa kecintaan pada nilai-nilai keagamaan dan olahraga dapat berpadu indah dalam satu pribadi. (AB) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!