News

‎Bantah Isu Liar, Panitia HAB Kemenag Soppeng Kantongi Nama Penyebar Hoaks

1046
×

‎Bantah Isu Liar, Panitia HAB Kemenag Soppeng Kantongi Nama Penyebar Hoaks

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM– Menanggapi dinamika dan perbincangan yang berkembang di kalangan pegawai termasuk pesan yang beredar melalui grup WhatsApp internal, panitia Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng memberikan klarifikasi resmi.

Informasi simpang siur yang mengklaim adanya iuran wajib hingga Rp600.000 untuk PNS dan Rp200.000 untuk Non-PNS dipastikan sebagai narasi yang sangat melenceng dan menyesatkan.

‎Pihak panitia menyayangkan munculnya informasi liar tersebut yang dinilai beritikad tidak baik serta berpotensi merusak kondusivitas dan nama baik keluarga besar Kemenag Soppeng.

Sekretaris ‎Panitia HAB Kemenag Soppeng, Endra Irawati, secara tegas mempertanyakan maksud dan tujuan pihak yang menyebarkan angka bombastis yang sama sekali tidak pernah ditetapkan oleh panitia tersebut. Bahkan, pihak panitia mengaku telah mengantongi identitas oknum yang memprovokasi suasana dengan informasi yang tidak benar tersebut.

‎”Justru pelapor yang memberikan informasi bahwa pembayaran untuk PNS Rp600.000 dan Non-PNS Rp200.000 itu perlu dipertanyakan apa maksud dan tujuannya. Informasi tersebut sangat jauh melenceng dari yang sebenarnya. Dan kami sudah kantongi nama yang menyebarkan info tersebut,” tegas Endra Irawati saat dikonfirmasi pada Jumat, (16/10/2026).

‎Ia menjelaskan, hasil kesepakatan rapat resmi panitia hanya mengusulkan angka partisipasi sukarela sebesar Rp150.000 untuk PNS/ASN dan Rp50.000 bagi Guru Non-ASN penerima tunjangan sertifikasi. Angka itu pun bersifat fleksibel, tidak mengikat, dan sepenuhnya mengandalkan keikhlasan pegawai.

‎”Pada intinya, segala biaya yang dicantumkan dalam rangkaian kegiatan HAB ini, baik untuk kebutuhan atribut maupun partisipasi, tidak bersifat wajib ataupun dipaksakan. Bagi ASN maupun Non-ASN yang tidak berkenan atau belum dapat berpartisipasi, sama sekali tidak menjadi persoalan dan tidak ada konsekuensi apa pun,” terangnya.

‎Mengenai atribut seragam seperti jersey, tunik, celana, topi, hingga jaket, panitia menegaskan bahwa penyediaannya hanya sebatas fasilitas opsional untuk menyemarakkan acara. Pegawai bebas memilih untuk membeli eceran mulai dari item terendah berupa jersey seharga Rp125.000, atau bahkan tidak membeli sama sekali.

‎”Pada prinsipnya, panitia tidak ingin menjadikan nominal sebagai ukuran partisipasi. Yang kita harapkan adalah semangat kebersamaan dan keinginan untuk ikut menyukseskan momentum HAB yang lahir dari rasa memiliki, kepedulian, dan keharmonisan,” pungkas Endra.

‎Dengan adanya tegasan menohok ini, panitia mengimbau seluruh jajaran ASN maupun Non-ASN di lingkungan Kemenag Soppeng agar tetap tenang, fokus menyukseskan perayaan HAB, dan tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang sengaja dihembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!