News

Magrib Mengaji: Kakan Kemenag Soppeng Hipnotis Jamaah Lewat Kisah Heroik Khaulah binti Tsa’labah

19
×

Magrib Mengaji: Kakan Kemenag Soppeng Hipnotis Jamaah Lewat Kisah Heroik Khaulah binti Tsa’labah

Share this article

SOPPENG — Suasana Masjid Nashrul Mu’minin, Kelurahan Ujung Salaonro, tampak berbeda dan penuh kekhusyukan pada Selasa (13/10/2026) malam.

Puluhan jamaah yang didominasi oleh anggota Majelis Taklim se-Kecamatan Lilirilau terhipnotis oleh lantunan tausiyah yang memukau dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Soppeng, H. Afdal, S.Ag., M.M.

Kegiatan spiritual bernuansa hangat ini dikemas dalam program “Magrib Mengaji”, sebuah inisiatif mulia yang diprakarsai oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lilirilau, Fitriani, S.Ag., berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam / Lembaga Pembinaan dan Pengamalan Agama (LP2A).

​Dalam tausiyahnya, H. Afdal berhasil menyedot perhatian penuh para jamaah ketika mengulas kisah inspiratif Khaulah binti Tsa’labah, seorang shahabiyah (sahabat wanita) Nabi SAW yang keberaniannya mengadukan ketidakadilan rumah tangganya diabadikan langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an (Surah Al-Mujadilah).

​H. Afdal menjelaskan betapa gigih dan teguhnya Khaulah dalam mempertahankan hak-haknya serta keadilan, hingga rintihan dan doanya didengar langsung dari atas langit ketujuh.

​”Khaulah binti Tsa’labah mengajarkan kepada kita semua, khususnya kaum wanita dan anggota Majelis Taklim, tentang pentingnya keteguhan iman, keberanian menyampaikan kebenaran, serta keyakinan penuh bahwa Allah SWT tidak pernah tidur mendengar rintihan hamba-Nya yang terzalimi,” tutur H. Afdal di hadapan jamaah yang menyimak dengan penuh hikmat.

​Ia juga menekankan bahwa peran wanita dalam Islam sangat dihormati dan memiliki posisi yang mulia dalam membangun peradaban serta ketahanan keluarga.

​Selain memberikan pesan-pesan moral yang mendalam, Kakan Kemenag Soppeng turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini.

Menurutnya, program Magrib Mengaji bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan benteng moral dan sarana silaturahmi masyarakat.

​Prakarsa Penyuluh Agama Islam KUA Lilirilau, Fitriani, bersama LP2A mendapat pujian atas konsistensinya merawat tradisi mengaji dan meramaikan masjid dengan kajian-kajian keilmuan yang menyejukkan.

​”Sinergi antara Penyuluh Agama, LP2A, KUA, dan Majelis Taklim adalah kunci hidupnya syiar Islam di tengah masyarakat. Tradisi Magrib Mengaji ini harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi muda di Kabupaten Soppeng,” pukas H. Afdal.

Acara yang berlangsung hingga menjelang Isya ini ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan masyarakat Lilirilau dan Kabupaten Soppeng secara keseluruhan. Suasana keakraban dan kehangatan tampak menyelimuti para jamaah saat saling bersalaman seusai kegiatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!