DaerahNasionalPolitik

Lantik DPC HNSI Parepare, Andi Iwan Aras Tegaskan Kesejahteraan Nelayan Jadi Kunci Kekuatan Negara

317
×

Lantik DPC HNSI Parepare, Andi Iwan Aras Tegaskan Kesejahteraan Nelayan Jadi Kunci Kekuatan Negara

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Kota Parepare kembali menegaskan denyut nadinya sebagai Kota Bandar. Berlokasi di Balai Ainun Habibie, pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Parepare periode 2026–2031 resmi dilantik pada Kamis (17/9/2026).

Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat pesisir kini bukan lagi penonton di pinggiran, melainkan poros utama pembangunan daerah.

​Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPD HNSI Sulawesi Selatan yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA). Dalam kepengurusan baru ini, Prof. H. Surianto AM resmi dilantik sebagai Ketua DPC HNSI Parepare, didampingi Yusuf Lapanna yang dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Harian.

Pelantikan ini jauh dari sekadar seremoni formal. Ruangan Balai Ainun Habibie dipadati oleh lintas elemen kunci daerah mulai dari Sekretaris Daerah Kota Parepare yang mewakili Wali Kota, pimpinan DPRD, Ketua Kadin, Ketua KONI, Ketua Hiswana Migas, hingga perwakilan kelompok nelayan dari berbagai kampung pesisir.

Dalam pidato perdana usai dilantik, Ketua DPC HNSI Parepare Prof. H. Surianto AM menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan fundamental bagi taraf hidup masyarakat pesisir. Salah satu poin kuncinya adalah dorongan pada hilirisasi sektor kelautan agar hasil tangkapan nelayan memiliki nilai tambah ekonomi yang tinggi.

​“Insya Allah kami akan amanah membawa HNSI Parepare ke arah yang lebih baik. Ini wadah untuk kemakmuran nelayan, bukan sekadar perkumpulan seremonial. Kita ingin tangkapan nelayan tidak berhenti di dermaga, tetapi masuk ke rantai nilai ekonomi yang lebih luas melalui hilirisasi,” tegas Prof. Surianto.

Sementara itu, Ketua DPD HNSI Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras menyoroti realitas geopolitik dan ekonomi Sulawesi Selatan. Menurutnya, dengan 21 dari 24 kabupaten/kota memiliki garis pantai, Sulsel adalah raksasa maritim. Namun, ironi kemiskinan ekstrem masih membayangi kehidupan para penjaga laut tersebut.

​“Nelayan sejahtera, negara kuat. Itu yang harus kita jaga bersama. Organisasi yang kuat bukan yang hanya ramai saat musyawarah, tetapi yang paling depan dicari dan hadir ketika anggotanya butuh pertolongan,” ujar AIA.

​AIA juga menekankan agar jajaran pengurus di bawah pimpinan Prof. Surianto dan Yusuf Lapanna bergerak nyata menjemput aspirasi nelayan di pelabuhan dan TPI, serta mengawal isu-isu krusial seperti pasokan BBM bersubsidi, keselamatan kerja, dan kepastian izin tangkap.

Melalui kepengurusan baru di bawah nakhoda Prof. Surianto AM dan Yusuf Lapanna, HNSI Parepare kini dihadapkan pada ekspektasi besar masyarakat pesisir.

Pelantikan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perayaan, melainkan titik awal lompatan besar dalam mewujudkan nelayan yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing di era ekonomi maritim modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!