WhatsApp Image 2026-08-04 at 21.20.01
previous arrow
next arrow


DaerahNasionalRagam

TWA Lejja Jadi Pusat Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional Sulawesi Selatan

178
×

TWA Lejja Jadi Pusat Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional Sulawesi Selatan

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Taman Wisata Alam (TWA) Permandian Air Panas Lejja resmi menjadi pusat perhatian dalam Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (10/08/2026).

Mengusung semangat kolaborasi, perhelatan yang digagas oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan bersama PT Perseroda Lamataesso Mattappa ini sukses memadukan perlindungan ekosistem dengan potensi pariwisata daerah.

Kawasan konservasi seluas 1.318 hektare yang terletak di Desa Bulu’e, Kecamatan Marioriawa tersebut dipadati oleh puluhan komunitas pencinta alam, Sispala, organisasi pemuda, hingga konten kreator. Sejak sehari sebelumnya (9/8), ratusan peserta telah memadati area camping TWA Lejja untuk mengikuti malam keakraban, pertunjukan musik, hingga diskusi interaktif mengenai masa depan konservasi kawasan.

Pada puncak acara, para peserta terlibat langsung dalam Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak, aksi bersih-bersih sampah kawasan, serta penanaman pohon secara simbolis. Penanaman pohon secara massal dijadwalkan bakal berlanjut secara intensif begitu memasuki musim penghujan untuk memastikan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman.

​Peringatan HKAN di Lejja juga terhubung secara langsung melalui siaran daring dengan acara pusat di Jakarta yang dihadiri oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki.

​Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan BBKSDA Sulsel menunjuk Lejja sebagai tuan rumah. Namun, beliau menegaskan bahwa tingginya daya tarik wisata Lejja—yang menampung sekitar 100 ribu pengunjung per tahun—tidak boleh mengabaikan fungsi dasarnya sebagai kawasan konservasi.

​“Pariwisata itu penting, tetapi jauh lebih penting menjaga lingkungannya. Menanam itu penting, tetapi jauh lebih penting memastikan tanaman tersebut tumbuh dengan baik, bukan hanya sekadar seremonial,” tegas Selle dalam sambutannya.

​Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BBKSDA Sulsel, Ir. Hasnawir, Ph.D., menegaskan bahwa kelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan publik yang luas.

​“Melalui kegiatan ini kita ingin mengajak masyarakat Soppeng dan Sulsel untuk bersama-sama menjaga hutan, air, dan satwa. Konservasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” ungkap Hasnawir.

​Sementara itu, Plt Direktur PT Perseroda Lamataesso Mattappa, Musdar Asman, menekankan komitmennya selaku BUMD pengelola untuk terus menjaga keseimbangan antara komersialisasi pariwisata dan pelestarian alam. Menurutnya, pelibatan puluhan komunitas lokal seperti Alas Bhawana, KPA Kompas, JJS Soppeng, hingga Sispala berbagai sekolah menjadi garda terdepan untuk terus mengedukasi masyarakat.

​Acara puncak HKAN 2026 tingkat provinsi ini turut dihadiri oleh tokoh masyarakat Prof. H. Nurdin Abdullah, jajaran Forkopimda Soppeng, Komisaris PT Perseroda Lamataesso Mattappa Dra. Andi Nurlina, M.M., serta jajaran petugas resort kawasan TWA Lejja.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!