DaerahKemenagNasional

Kisah Pasangan di Soppeng yang Daftar Nikah Pakai Sedekah Pohon

63
×

Kisah Pasangan di Soppeng yang Daftar Nikah Pakai Sedekah Pohon

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Di antara tumpukan formulir pendaftaran nikah yang rapi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, tampak sebatang bibit pohon hijau yang mencuri perhatian. Tanaman itu bukan sekadar pajangan, melainkan simbol bahwa hari itu, tidak hanya dua hati yang mengikat janji, tetapi juga sebuah ikrar suci untuk merawat bumi.

Adalah Muhammad Fajrul Falaq dan Sri Pindita, pasangan kekasih yang membawa bibit pohon tersebut merupakan wujud nyata dari Program Ekoteologi yang diusung dalam Asta Protas Kementerian Agama sebuah gerakan yang menegaskan bahwa membangun keluarga sakinah juga berarti menjaga keharmonisan dengan alam ciptaan Allah SWT.

Pertemuan Fajrul dan Sri bermula dari masa putih abu-abu. Kisah cinta yang bertumbuh sejak bangku SMA ini melewati perjalanan panjang yang dipenuhi doa, kesabaran, dan keyakinan.

“Sejak SMA kami saling mengenal. Waktu mengajarkan kami arti kesetiaan, kesabaran, dan kepercayaan. Hari ini, kami bersyukur Allah mempertemukan kami di tempat yang paling mulia untuk memulai babak baru kehidupan,” tutur Fajrul. Kamis (9/7/2026).

​Proses pendaftaran nikah ini dihadiri langsung oleh Dr. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Pd.I. (Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Soppeng) bersama Kepala KUA Marioriawa, Muhlis., S. Ag., MH dan jajarannya.

Dalam arahannya, Dr. Muhammad Yunus memberikan wejangan mendalam tentang filosofi sebuah pohon dalam rumah tangga.

“Akar Melambangkan keimanan yang kokoh, ​Batang melambangkan Wujud dari integritas suami-istri, Ranting Representasi kasih sayang yang menyebar dan ​Buah Kemanfaatan nyata bagi sesama manusia.​ Inilah wajah KUA Berdampak,” tegas Dr. Muhammad Yunus.

Ketika pelayanan keagamaan melahirkan gerakan yang membawa maslahat bagi manusia dan alam. Selama pohon ini tumbuh, menghasilkan oksigen, dan memberi keteduhan makan pahala jariyah akan terus mengalir kepada mereka yang menanamnya, ” lanjutnya.

Sementara Kepala KUA Marioriawa, Muhlis., S. Ag. MH menambahkan bahwa, gerakan sedekah pohon ini adalah bagian dari transformasi layanan modern.

Menurutnya, KUA kini tidak lagi hanya menjadi tempat pencatatan administratif pernikahan, melainkan telah menjelma menjadi, ​Pusat edukasi keluarga bermatabat, ​Benteng penguatan ketahanan rumah tangga dan ​Penggerak kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Hari ini, administrasi pernikahan Fajrul dan Sri mungkin telah selesai dicatat. Namun di luar itu, mereka telah menitipkan harapan besar kepada bumi dan menanam masa depan bagi generasi mendatang.

Di KUA Marioriawa, cinta terbukti tidak berhenti di pelaminan, melainkan menjelma menjadi warisan kebaikan bagi umat, bangsa, dan alam semesta. (MYN) 

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!