Kemenag

Menyentuh Jiwa, Begini Cara ‘KUA Berdampak’ Soppeng Berdayakan Pelaku Usaha Kecil

21
×

Menyentuh Jiwa, Begini Cara ‘KUA Berdampak’ Soppeng Berdayakan Pelaku Usaha Kecil

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Di sebuah sudut Kampung Sering, Desa Sering, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, aroma gurih jalangkote yang baru saja diangkat dari penggorengan panas menjadi saksi bisu sebuah perjuangan. Di balik asap tipis itu, ada Muslindawati, seorang ibu tunggal yang setiap harinya memutar otak demi menghidupi lima buah hatinya.

Bagi Muslindawati, sepotong jalangkote yang ia jual bukan sekadar camilan tradisional. Di dalamnya ada titipan masa depan, SPP sekolah, dan harapan agar kelima anaknya bisa tumbuh dengan layak.

Kini, beban berat di pundak Muslindawati sedikit terangkat. Lewat program KUA Berdampak, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Donri-Donri yang berkolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Donri-Donri, hadir langsung memberikan bantuan modal usaha dan motivasi di kediamannya.

Hadir langsung dalam penyerahan bantuan tersebut, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Soppeng, Dr. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Pd.I., bersama Kepala KUA Kecamatan Donri-Donri, H. Hadenus dan Ketua UPZ Kecamatan Donri-Donri.

Dr. Muhammad Yunus menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata bahwa Kemenag tidak lagi sekadar mengurusi berkas pernikahan atau administrasi formal di balik meja.

“KUA harus hadir sebagai sahabat umat. Kita ingin memastikan pelayanan Kementerian Agama tidak hanya dirasakan di ruang-ruang administrasi, tetapi juga di dapur-dapur sederhana tempat masyarakat berjuang mencari nafkah,” ujar Yunus. Kamis (9/7/2026).

​Ia menambahkan, program ini merupakan implementasi dari Asta Protas Kementerian Agama yang berfokus pada penguatan ekonomi umat melalui sinergi zakat produktif.

Sementara itu Kepala KUA Kecamatan Donri-Donri, H. Hadenus memberikan apresiasi mendalam terhadap kegigihan Muslindawati. Menurutnya, intervensi ekonomi seperti ini adalah bentuk pelayanan keagamaan yang paling hakiki.

“Di balik setiap jalangkote yang dijual Bu Muslindawati, terdapat keteguhan seorang ibu, doa yang tidak pernah putus, dan cita-cita agar anak-anaknya memiliki masa depan yang lebih baik. KUA hadir untuk menguatkan perjuangan itu,” ungkapnya.

Dari sepotong jalangkote di pelosok kota Soppeng ini, kita belajar bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari proyek megah. Terkadang, ia dimulai dari kepedulian di dapur kecil seorang ibu yang sedang memperjuangkan hari esok anak-anaknya. Inilah wajah sejati KUA Berdampak menguatkan yang lemah, berlandaskan prinsip khairunnas anfa’uhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. (MYN)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!