DaerahKemenag

KUA Berdampak Tembus Lorong Sempit Marioriawa, Senyum Ibu Harwina Kembali Merekah

97
×

KUA Berdampak Tembus Lorong Sempit Marioriawa, Senyum Ibu Harwina Kembali Merekah

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Di balik dinding kayu sebuah warung sederhana yang berdiri di lorong sempit Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, senyum Ibu Harwina merekah penuh haru. Bagi pelaku usaha kecil ini, kehadiran rombongan Kementerian Agama (Kemenag) Soppeng hari itu bukan sekadar membawa bantuan materi, melainkan membawa kembali secercah harapan dan martabat.

Melalui program KUA Berdampak, negara hadir menyapa masyarakat hingga ke sudut-sudut yang sering luput dari perhatian. Bantuan modal usaha ini menjadi bukti nyata bahwa fungsi Kantor Urusan Agama (KUA) kini telah bertransformasi jauh melampaui urusan administratif belaka.

Penyerahan bantuan yang menyentuh hati ini diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Soppeng, H. Afdal, S.Ag., M.M., didampingi Kasi Bimas Islam, Dr. Muhammad Yunus, S. Ag, M. Pd.I., Kepala KUA Marioriawa, Muhlis, S. Ag., MH., serta unsur Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Marioriawa. Kamis (9/7/2026).

Aksi nyata ini merupakan implementasi langsung dari salah satu Asta Cita Prioritas Menteri Agama RI, yaitu Pemberdayaan Ekonomi Umat.

“Masyarakat harus merasakan bahwa KUA adalah rumah bersama. Tempat memperoleh layanan, pendampingan, edukasi, sekaligus solusi atas berbagai persoalan kehidupan,” ujar H. Afdal di sela-sela kunjungannya.

Dirinya menambahkan bahwa, transformasi KUA wajib menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang sedang berjuang menafkahi keluarga lewat jalur usaha mikro.

“Semangat kita adalah khairunnas anfa’uhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” tegasnya.

Kasi Bimas Islam Kabupaten Soppeng, Dr. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Pd.I., menekankan bahwa esensi dari program “KUA Berdampak” adalah keberanian untuk turun langsung ke lapangan, bahkan hingga ke lorong-lorong sempit tempat umat berjuang mencari nafkah.

Menurut Yunus, indikator keberhasilan pelayanan keagamaan hari ini tidak lagi diukur dari tumpukan berkas administrasi yang selesai di meja kerja.

“Ketika senyum kembali merekah di wajah seorang ibu yang berjuang menghidupi keluarganya, di situlah pelayanan keagamaan menemukan makna terdalamnya,” ungkap Dr. Muhammad Yunus.

Melalui momentum di Kecamatan Marioriawa ini, Kemenag Soppeng menegaskan kembali komitmennya bahwa KUA Berdampak bukanlah slogan belaka, melainkan sebuah gerakan. Gerakan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, lebih peduli, dan lebih bermanfaat guna mengangkat martabat umat bawah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!