DaerahHajiInternasionalNasional

Satu Kursi Kosong di GIA 1433, Kisah Haru Kepulangan Kloter 33 Bone

183
×

Satu Kursi Kosong di GIA 1433, Kisah Haru Kepulangan Kloter 33 Bone

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Suasana haru biru menyelimuti Apron Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Jumat (26/6/2026) dini hari. Tepat pukul 01.13 WITA—tiga menit lebih awal dari jadwal—roda pesawat Garuda Indonesia GIA 1433 menyentuh landasan. Penerbangan ini membawa pulang 393 jemaah haji dan petugas Kloter 33 Debarkasi Makassar kembali ke Tanah Air.

Bagi mayoritas jemaah yang berasal dari Kabupaten Bone, kepulangan ini memantik rasa yang campur aduk sebuah kombinasi antara sujud syukur yang mendalam dan duka yang mengambang di udara.

 

Di antara deretan kursi pesawat, ada satu ruang yang sunyi. Kloter 33 harus merelakan satu kursi kosong atas nama Arifai Usman Petta (56). Jemaah asal Kabupaten Bone tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Tanah Suci pada 10 Juni 2026 lalu.

​Almarhum tidak ikut pulang fisik ke kampung halaman, melainkan telah menuntaskan perjalanan hidupnya di tanah yang paling dirindukan umat Islam sedunia. Kehilangan ini menjadi riak duka di tengah lautan kebahagiaan jemaah yang berhasil menyelesaikan rukun Islam kelima.

​Dari total rombongan yang tiba, 379 orang merupakan warga Kabupaten Bone. Selebihnya adalah jemaah dari Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Takalar, serta seorang jemaah mutasi asal Papua.

Setibanya di Asrama Haji Sudiang Makassar, prosesi serah terima jemaah berlangsung khidmat di Aula Arafah. Wakil Koordinator Bidang Penjemputan dan Penerimaan Jemaah PPIH Makassar, H. Wahyuddin Hakim, menyerahkan jemaah secara resmi kepada Kabag Kesra Setda Kabupaten Bone, H. Nursalam.

​Dalam takzim malam itu, H. Nursalam langsung mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk menundukkan kepala, mengirimkan doa terbaik untuk almarhum Arifai Usman Petta.

“Alhamdulillah, jemaah kita tiba kembali di Tanah Air dengan selamat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bone, kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh petugas yang telah mendampingi dan melayani jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan,” ujar Nursalam emosional.

Ia juga menitipkan pesan agar bekal spiritual yang didapatkan di Mekkah dan Madinah tidak luntur, melainkan menjadi lentera dan teladan saat kembali ke tengah-tengah masyarakat nanti.

Begitu prosesi selesai, raut lelah di wajah para jemaah berganti binar bahagia. Pemerintah Kabupaten Bone telah menyiagakan armada layanan pemulangan khusus untuk memastikan seluruh jemaah bisa didekap oleh keluarga masing-masing dengan aman dan nyaman.

Dengan mendaratnya Kloter 33, Debarkasi Makassar tercatat telah memulangkan total 12.923 jemaah dan petugas ke Indonesia. Proses pemulangan maraton ini dipastikan akan terus bergulir hingga seluruh kloter dari berbagai daerah usai ditunaikan. (AB)







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!