DaerahEdukasiTeknologi

Program PM-AAS Petani Di Soppeng Siap Terapkan Pertanian Modern

82
×

Program PM-AAS Petani Di Soppeng Siap Terapkan Pertanian Modern

Share this article

WARTASULSENEWS.COM— Bupati Soppeng memimpin kegiatan tanam perdana program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya penerapan sistem pertanian modern di Kabupaten Soppeng melalui dukungan teknologi, mekanisasi, dan pola budidaya modern.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Prof. Dr. Ir. Fadjry Jufri, M.Si., bersama jajaran Kementerian Pertanian, para tenaga ahli menteri, kepala balai lingkup modernisasi pertanian, unsur Forkopimda, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani pelaksana program.

Dalam sambutan pada acara seremonial, Bupati Soppeng menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar tanam perdana, tetapi menjadi tanda bahwa pertanian di Kabupaten Soppeng mulai bergerak menuju sistem pertanian yang lebih modern, maju, dan produktif.

“Program PM-AAS ini hadir untuk membantu petani bekerja lebih efisien melalui mekanisasi, penggunaan teknologi, pendampingan penyuluh, hingga pola tanam modern, dengan harapan hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujarnya.

Ia juga mengajak petani untuk tidak takut terhadap perubahan dan perkembangan teknologi di sektor pertanian.

“Teknologi bukan untuk menggantikan petani, tetapi membantu petani agar kerja lebih ringan dan hasil lebih besar,” tambahnya.

Bupati Soppeng turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian RI dan Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian atas dukungan program PM-AAS di Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, pada tahun 2025 program tersebut baru dilaksanakan seluas 5 hektar di Kecamatan Marioriawa. Namun pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan menjadi 120 hektar, terdiri dari 100 hektar di Kecamatan Liliriaja dan 20 hektar di Kecamatan Marioriawa.

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Prof. Dr. Ir. Fadjry Jufri, M.Si., menyampaikan bahwa Soppeng menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan pertanian modern dan program ketahanan pangan nasional.

“Soppeng adalah salah satu kabupaten yang akan memulai teknologi pertanian modern. Teknik ini diperkenalkan oleh Menteri Pertanian setelah mengunjungi negara-negara maju bidang pertaniannya,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa program tersebut sebelumnya telah diuji coba di Soppeng dan berhasil mencapai produktivitas 10,4 ton per hektar.

“Sebenarnya di Soppeng sudah dicoba dan berhasil 10,4 ton per hektar. Makanya tahun ini ditambah 120 hektar untuk Soppeng,” jelasnya.

Menurut Prof. Fadjry, di Sulawesi Selatan hanya terdapat empat kabupaten yang mendapatkan program PM-AAS, yakni Sidrap, Bone, Soppeng, dan Maros.

Ia berharap dukungan dan keterlibatan Pemerintah Kabupaten Soppeng dapat membuat program tersebut berjalan maksimal dan terus berkembang.

“Kementerian berkomitmen support maksimal juga program ini,” ujarnya.

Program PM-AAS sendiri merupakan sistem pertanian modern yang mengedepankan penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, mekanisasi pertanian, penggunaan alat tanam modern, hingga pemanfaatan drone dalam proses budidaya pertanian.

Sebelum memasuki lokasi penanaman, rombongan terlebih dahulu menempuh akses jalan tani menuju area persawahan yang menjadi lokasi program PM-AAS.

Pemerintah berharap program tersebut mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Soppeng.







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!