WARTASULSELNEWS.COM – Raudhah adalah salah satu tempat mustajab bagi umat muslim yang terletak di bagian dalam Masjid Nabawi. Untuk bisa masuk ke Raudhah membutuhkan perjuangan ekstra apalagi jamaah Lansia dan Disabilitas harus menggunakan Kursi Roda.
Khusus Calon Jamaah Haji Lansia Kloter 1 Kabupaten Soppeng dan Makassar mereka dimanjakan oleh Para Petugas Haji Daerah (PHD) dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dengan membantu mereka masuk ke Raudhah dengan menggunakan Kursi Roda.
Selain itu mereka dipandu langsung boleh pembimbing ibadah serta Ketua KBIHU Yayasan Kerukunan Keluarga Bugis (KKB) Arab Saudi, H. Muliadi Simming Bugis.
Pembimbing Ibadah Kloter 1 Embarkasi Makassar, Dr Haniah, mengatakan Calon Jamaah Haji Kloter 1 mendapat jatah malam ini sebanyak 30 orang lansia dan disabilitas untuk masuk Raodah melalui tasreh syarikah Rakeen Masyareq.
“Yang akan memasuki Raudhoh di Masjid Nabawi Madinah, dijadwalkan waktunya, memakai tasreh (surat izin) dan antrian panjang sebagai aturan baru, sehingga menjadikan semua jamaah harus siap siap datang lebih awal, kita bersiap mulai jam 11.00 setelah Shalat Isya baru masuk pada pukul 00.30 waktu Arab Saudi, ” ucapannya kepada Wartasulselnews.com. Sabtu (25/4/2026).

Kata Haniah prosedurnya memang seperti itu, jemaah haji melapor ke ketua kloter, ketua kloter lapor ke sektor, lalu sektor lapor ke daerah kerja (daker) melalui Kasi Bimbingan Ibadah (Bimbad).
“Lalu Bimbad ini berkoordinasi dengan seksus Masjid Nabawi, untuk mengantar jemaah tersebut ke Raudhah,” kata dia.
Dr Haniah mengatakan, lansia dan penyandang diberikan kartu kendali, sehingga jemaah dapat dilayani dengan baik.
“Dengan begitu, kami dapat mendata jemaah lansia yang akan mendapatkan pelayanan khusus,” katanya.
Kata dia, dengan adanya Tasreh (surat keterangan atau izin). maka semua jamaah mendapat layanan terbaik.
“Dengan begitu, kami dapat mendata jemaah lansia yang akan mendapatkan pelayanan khusus,” katanya.

Dikatakan dengan adanya Tasreh (surat keterangan atau izin). maka semua jamaah mendapat kenyamanan, tertib tidak berdesakan dan lebih khusuk beribadah dalam Raudhoh, dengan berbagai kemuliannya, kerinduan ke pada kekasihnya Allah SWT, maka jamaah melaksanakan sholat dan berdoa di dalamnya untuk memperoleh kebaikan dan keberkahan diri, mayarakat dan kepada bangsa dan negara yang ke semua itu akan diwujudkan dengan kemabruran haji.




















