DaerahPendidikan

Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas, Kemenag Bersama MTs PP.Pergis Ganra Gelar OJT

381
×

Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas, Kemenag Bersama MTs PP.Pergis Ganra Gelar OJT

Sebarkan artikel ini

SOPPENG — Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, melalui Kasi Pendidikan Madrasah kerja sama dengan MTs PP Pergis Ganra menggelar “On The Job Training 2”.

Kegiatan tersebut berlangsung selama 6 (Enam) hari mulai Senin sampai Sabtu 10-15 Juli 2023 di ruang Laboratorium Komputer Mts Perguruan Islam Ganra,Kabupaten Soppeng sebagai madrasah sasaran pemberlakuan IKM (implementasi Kurikulum Merdeka) Tahun Pelajaran 2023/2024.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut stelah In Service Training (IST) di Kabupaten Wajo selama 1 (satu) pekan dengan tujuan menyiapkan tim kerja yang terlatih dan kompeten dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Soppeng, Hj.Nurahmi yang hadir membuka acara tersebut mengatakan,penerapan kurikulum merdeka tidak bisa dilakukan hanya oleh guru semata.

“Semua stakeholders pendidikan harus bahu-membahu membantu mewujudkannya mulai dari kepala madrasah, guru, pengawas, perguruan tinggi termasuk pihak Kemenag,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti 6 komunitas sebagai pemandu dalam implementasi kurikulum, diantaranya:

1. Unsur Kemenag diwakili (Drs. H. Basri).

2. Unsur Pengawas (H. Alimin, S.Ag., M.Pd.I.).

3. Unsur Dosen (Yuliana, S.Pd., M.Pd.) dr PTIK (STAI al-Gazali Soppeng)

4. Unsur dari Kepala Madrasah Sasaran,Kaharuddin, S.Pd.I., M.Pd.I.

2 Guru Bidang Studi:

1. Syamsiah, S.Si. (Guru Bidang Studi IPS).

2. Nasri, S.Ag., S.Pd. (Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia).

Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) PP Pergis Ganra,Kaharuddin menyampaikan perihal pelatihan yang diikutinya. ia menyebut bahwa pada kegiatan IKM BK ada beberapa tahapan yang perlu dilaksanakan.

“Tahap pertama yakni tahap On The Job Training I (online-mandiri) dengan pola MOOC pada aplikasi pintar. Tahap ini dilaksanakan secara serentak dan diikuti oleh seluruh peserta pelatihan IKM BK,” ujarnya.

Tahap kedua, tahap In Service Training (offline-klasikal) dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang disusun dan menyusul disampaikan oleh tim penyelenggara pelatihan Balai Diklat Keagamaan Makassar. Tahap ketiga, tahap On The Job Training II (Praktik IKM BK dengan pendampingan selama 6 bulan, tahap OJT II ini diselesaikan dalam tahun anggaran berjalan.

Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan pengimplementasian serta sosialisasi atau pelatihan dalam pelaksanaan, cara mengkomunikasikan, dan cara menyusun kurikulum tersebut pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *