Daerah

Pimpinan Pon-Pes Yasrib Lapajung Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Kabupaten Soppeng 

1216
×

Pimpinan Pon-Pes Yasrib Lapajung Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Kabupaten Soppeng 

Sebarkan artikel ini

SOPPENG – Pemkab Soppeng Sulawesi Selatan menggelar shalat Idul Adha 1444 Hijriyah pada Kamis pagi, 29 Juni 2023 di Lapangan Gasis Watansoppeng.

Pimpinan Pondok Pesantren Yasrib Lapajung H.Muh Taslim Basri Daud,Lc di daulat jadi Khatib dan Imam Shalat Ust.Muh.Tang Abu yang juga Alumni Pon-Pes Yasrib Lapajung.

Dalam khutbanya,lulusan Universitas Al-Azhar Cairo (Mesir) ini mengambil tema tentang hikmah perjalanan Nabi Ibrahim As,ibadah kurban dan makna ibadah haji.

H.Taslim menjelaskan ibadah berkurban diperintahkan oleh Allah melalui kisah Nabi Ibrahim. Di mana Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu berupa mimpi untuk menyembelih anak kesayangannya, Ismail, yang telah dia idam-idamkan sejak lama. Mimpi tersebut merupakan perintah dari Allah yang menguji keimanan dan ketaatan Nabi Ibrahim kepada-Nya. Dengan rela dan ikhlas, Nabi Ibrahim dan puteranya Ismail pun mematuhi dan melaksanakan perintah tersebut.

“Di balik kisah Nabi Ibrahim dan Ismail tersebut, menjadi dasar atau alasan kewajiban berkurban yang dilaksanakan setiap umat muslim hingga hari ini. Melalui kewajiban ibadah berkurban, umat muslim diperintahkan untuk bersedekah, saling menolong, memberi, dan mengasihi terhadap sesama. Dengan begitu, kehidupan manusia dapat berjalan dengan damai, rukun, dan sejahtera,” jelas H.Taslim.

Sikap yang diambil oleh Nabi Ismail AS mencerminkan sikap seorang yang sabar serta percaya bahwa mimpi tersebut merupakan kebenaran yang datang dari Allah, dan semua perintah yang datang dari Allah harus dilaksanakan,katanya.

Yang kedua makna haji,ibadah haji mengandung nilai-nilai historis. Dari sejak mengenakan pakaian ihram yang melambangkan kezuhudan manusia sebagai latihan untuk kembali kepada fitrahnya yang asli, yaitu sehat dan suci-bersih. Dengan pakaian seragam putih, mereka berkumpul melakukan Ukuf di ‘Arafah.

Dengan menunaikan ibadah haji, umat Islam didorong untuk menjadi manusia yang luas gerak dan pandangan hidupnya, yang dapat menambah ilmu dan pengalaman dengan berbagai bahasa. Melalui perkenalan itu lahir saling pengertian yang lebih baik, rasa hormat, dan saling harga-menghargai di antara sesama umat Islam dari berbagai penjuru dunia,tutup H.Taslim

(Rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *